0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Riau Siapkan 600 Hektar Bangun Kawasan Wisata

foto: www.attayaya.net
Ombak Bono, Sungai Kampar, Riau (foto: www.attayaya.net)

Timlo.net – Riau tengah berbenah untuk memajukan sektor pariwisata. Pemerintah daerah setempat sudah menyiapkan lahan seluas 600 hektar untuk dijadikan kawasan pariwisata yang bakal dibangun di Kabupaten Pelalawan. Lokasi itu tak jauh dari Sungai Kampar yang terkenal dengan ombak Bono.

Pemilihan lokasi ini dirasa sangat pas mengingat Bono yang terkenal dengan gelombang seven ghost itu hanya bisa dinikmati di lima tempat di dunia. Banyak turis domestik dan mancanegara yang sudah berdecak kagum terhadap objek ini. Bahkan pemecahan rekor Guiness Book of Records sudah sering dilakukan di kawasan ini.

“Sudah ada tempat 600 hektar disiapkan untuk pengembangan kawasan wisata. Itu sudah lama disiapkan Kawasan Kabupaten Pelalawan dipilin karena destinasinya sudah berkelas dunia,” kata Gubernur Riau, Arsyadjuliandi, Senin (30/5).

Dia mengaku akan fokus mengembangkan kawasan Pelalawan menjadi destinasi unggulan. Maklum, fenomena Bono ini sangat unik, menarik dan atraktif. Tinggi Gelombang Bono yang bisa mencapai 6 meter dengan kecepatan mencapai 40 km/jam, membuat banyak surfer dunia tertantang untuk berselancar di atasnya.

Selain Bono, Riau juga sudah menyiapkan lima agenda unggulan lainnya. Ada Bakar Tongkang di Rokan Hilir yang siap digelar 20-21 Juni 2016, Pacu Jalur di Teluk Kuantan Kabupaten Kuantan Singingi pada 24-28 Agustus 2016.

Selain itu, Tour de Siak di Siak Sri Indrapura pada 21-25 September 2016, Ritual Gema Muharram di Indragiri Hilir pada 1-2 Oktober 2016, dan Riau Marathon di Kota Pekanbaru pada 11 Desember 2016.

“Selama ini tingkat kunjungan wisman ke Riau baru mencapai 50.000 wisman. Dengan beragam agenda unggulan tadi, saya yakin jumlah kunjungan wisman bisa ditingkatkan hingga 100.000 wisman, dengan penghasilan devisa Rp 1 trilun,” tambah Arsyadjuliandi.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengungkapkan, era ke depan adalah era pariwisata, dengan prinsip eco tourism.

“Jadi sudah benar kalau Riau mulai switch ke sektor pariwisata,” ungkap Arief Yahya.

CPO atau crude palm oil, minyak kelapa sawit juga cenderung menurun devisa yang dihasilkan. Belum lagi menghadapi isu lingkungan yang terus memusingkan kepala pemerintah Indonesia, seperti asap yang mempengaruhi penerbangan sampai ke Singapura.

“Pariwisata lebih menjamin masa depan negeri ini,” ungkapnya.(*)

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge