0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

STIKES PKU Muhammadiyah dan BP3TKI Jateng Jalin Kerjasama

IMG03561-20160530-1055
()

Solo – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) PKU Muhammadiyah Surakarta dan Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Jawa Tengah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) Institusi Kesehatan, khususnya Keperawatan se-eks Karesidenan Surakarta. Kerjasama ini khususnya pengiriman tenaga kesehatan Indonesia (TKI) ke Jepang.

“Mou ini terkait program G to G perawat ke Jepang, Saat ini diikuti 12 STIKES se eks Karesidenan Surakarta,” jelas Kasubag TU BP3TKI Jawa Tengah, Rodli, di sela-sela kegiatan Sosialisasi dan MoU Pengiriman TKI Keperawatan ke Jepang, Senin (30/5).

Rodli mengakui, untuk pengiriman TKI Perawat dari Jawa Tengah ke Jepang memang belum banyak. Hanya sekitar 100 orang perawat. Padahal kebutuhan perawat dari Indonesia untuk Jepang saat ini sangat banyak. Sebagian masih didominasi perawat dari Jawa Barat yang setelah lulus sekolah perawat kemudian dilatih lagi atau diupgrade sesuai negara tujuan.

“Karena itu untuk mengejar ketinggalan itu, kami bekerjasama dengan sejumlah STIKES untuk melakukan program pelatihan tambahan sesuai kebutuhan negara tujuan. Misalnya kalau ke Jepang maka kita latih mahir bahasa Jepang,” jelasnya.

Untuk lokasi program pelatihan tambahan, hingga saat ini terdapat di dua tempat, Pekalongan dan Kebumen. Dalam waktu dekat bertambah satu lokasi lagi, yakni di Kota Solo.

Sementara itu, Ketua Himpunan Perguruan Tinggi Kesehatan (HPTKes) Jawa Tengah, Weni Hastuti mengakui, pengiriman TKI perawat dari Jawa Tengah masih terkendala oleh bahasa. Padahal kebutuhan Jepang akan perawat misalnya, cukung banyak. Untuk itu, memang diperlukan pelatihan tambahan terutama dalam hal berbahasa.

“Nah melalui penandatangan MoU ini bisa disepakati dibuka program pelatihan tambahan,” ujarnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge