0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kades Bangak Digugat Warganya ke PTUN

Proyek Jalan Tol Soker (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Gara-gara menolak menerbitkan surat pernyataan bebas jalan tol, Kades Bangak Widayanto digugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) oleh warganya. PTUN mengabulkan gugatan dan mendesak sang kades segera menerbitkan surat pernyataan bebas jalan tol atas sebidang tanah seluas 622 meterpersegi di Dukuh Topen Desa Bangak Banyudono.

”Kami telah dirugikan dengan tindakan Kades. Sehingga kesulitan melakukan jual beli tanah. Tanah saya kan jaraknya 400 meter dari proyek jalan tol, jadi tidak mungkin akan terkena proyek jalan tol,” sang pemilik tanah Wiwi Sukoyo, Senin (30/5).

Pihaknya mengajukan permohonan surat pernyataan bebas jalan tol ke kades 7 Agustus 2015. Kemudian dirinya mengugat sang kades 14 Desember 2015  ke PTUN Semarang.

Sementara Kuasa Hukum Wiwi dari Sukowati Law Office, Amriza Khoirul Fachri menuturkan, Majelis hakim menyatakan kepala desa telah melakukan perbuatan melawan hukum yakni Pasal 26 ayat (4) huruf h, bahwa dalam melaksanakan tugas kades wajib menyelenggarakan administrasi pemerintahan yang baik.

Sementara itu Kades Bangak, Widayanto, ketika dikonfirmasi mengaku belum menerima salinan putusan dari PTUN. Bahkan dirinya belum mengetahui kalah dalam gugatan tersebut. Dia menolak menerbitkan surat pernyataan bebas jalan tol karena sepengetahuanya, tanah Wiwi masih dalam sengketa.

“Tanah masih jadi rebutan sesama ahli waris, saya tidak bisa menerbitkan surat sebelum masalah di internal keluarga selesai,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge