0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Takut Rugi, Banyak Petani Takut Tanam Tembakau

Petani tembakau di Boyolali (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Memasuki musim tanam tembakau, sejumlah petani tembakau di Kecamatan Banyudono, Teras dan Sawit, mengaku khawatir merugi. Pasalnya panen tahun lalu, petani rugi karena permainan harga ditingkatan pengepul. Selain itu cuaca yang tidak menentu juga menjadi kekhawatiran petani.

“Tidak banyak yang tanam tembakau sepertinya takut rugi, kayak tahun kemarin,” kata Warji (54) petani asal Banyudono, Senin (30/5).

Warji sendiri sudah dua musmi ini tidak menanam tembakau. Selama itu,Warji memilih membeli hasil panen petani lain. Kekhawatiran petani takut merugi, nenurut Warji, karena tidak adanya perlindungan untuk harga tembakau. Dicontohkan, harga yang sudah disepakati dengan pengepul namun sesampai di gudang pengepul harga tiba-tiba turun.

“Kesepakatanya Rp 22 ribu perkilogram namun sesampai di gudang harga turun menjadi Rp 20 ribu saja,” tambahnya

Sementara itu cuaca yang tidak menentu juga menjadi kekhawatiran tersendiri. Seperti diungkapkan salah satu petani tembakau rajangan, Yoso Wiyono asal Musuk, cuaca yang tidak cenentu sangat berpengaruh dengan harga . Bila dalam dua hari tembakau yang dirajang tidak kering saat dijemur, terancam terkena jamur.

“Ya akibatnya harga akan anjlok,” pungkasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge