0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pernikahan Tidak Bahagia Cegah Pria Terkena Diabetes

Dok: Timlo.net/ Daily Mail.
Istri mengomel. (Dok: Timlo.net/ Daily Mail.)

Timlo.net—Sebuah penelitian baru menyatakan jika pria dengan pernikahan yang tidak bahagia justru lebih sehat dibandingkan pria dengan pernikahan yang bahagia. Pria yang tidak bahagia dalam pernikahan memiliki resiko kecil terkena diabetes dan bisa mengontrol penyakit gula lebih baik jika mereka terkena penyakit itu.

Dan apa alasannya? Istri yang rajin mengomeli suami mereka memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengontrol perilaku sehat suami mereka. Penelitian ini merupakan penelitian nasional yang dilakukan oleh Michigan State University, Amerika Serikat (AS).

Walaupun bermanfaat untuk kesehatan mereka, tapi perilaku para istri juga dilihat sebagai perilaku yang mengganggu dan menimbulkan sikap bermusuhan dan tekanan emosional. Hal yang berkebalikan berlaku bagi wanita. Kemungkinan wanita terkena diabetes akan lebih kecil jika pernikahan mereka bahagia, terang profesor sosiologi Dr. Hui Lui.

“Penelitian itu menantang asumsi tradisional yang menyatakan kualitas pernikahan yang buruk berakibat buruk bagi kesehatan,”katanya dilansir oleh Daily Mail.

“Hal ini juga mendorong para peneliti membedakan berbagai jenis dan sumber dari kualitas pernikahan yang berbeda. Kadang-kadang omelan itu tanda perhatian,” tambahnya.

Menggunakan data dari the National Social Life, Health and Ageing Project, Dr. Liu dan rekan-rekannya menganalisa hasil survei dari 1.228 pasangan menikah selama lima tahun. Mereka yang mengambil bagian dalam survei itu berusia antara 57 hingga 85 tahun saat survei dimulai. Dan 389 diantaranya menderita diabetes di akhir penelitian.

Hasil penelitian ini muncul beberapa hari setelah para peneliti berkata jika dunia berada di ujung pandemi diabetes dan jika obat serta gaya hidup saja tidak akan bisa menyelesaikan krisis ini. Sebuah penelitian World Health Organisation (WHO) baru menyatakan jika jumlah orang dewasa yang menderita diabetes meningkat empat kali lipat selama 40 tahun terakhir menjadi 422 juta.

Dan the International Diabetes Federation (IDF) memperkirakan jika pada 2040 jumlah penderita akan naik menjadi 642 juta.

Dr. Liu, seorang ahli di bidang ilmu keluarga dan kesehatan berbasis masyarakat, menyelidiki peran dari kualitas pernikahan dalam manajemen dan resiko diabetes dan menemukan dua perbedaan gender besar. Penemuan yang paling mengejutkan adalah jika pria dengan kualitas pernikahan yang buruk memiliki resiko terkena diabetes yang rendah. Dan bilapun terkena penyakit itu, mereka bisa mengontrolnya lebih baik.

Diabetes memerlukan pengawasan yang sering yang bisa dilakukan istri dengan cara mengomeli suami mereka, meningkatkan kesehatannya tapi juga menyebabkan ketegangan dalam pernikahan. Wanita lebih sensitif dibandingkan pria terkait kualitas hubungan mereka dan karenanya mengalami peningkatan kualitas kesehatan jika berada dalam hubungan yang berkualitas baik, kata Dr. Liu.

“Karena diabetes adalah kondisi kronis yang terus bertambah di Amerika Serikat, penerapan kebijakan dan program masyarakat didesain untuk meningkatkan kualitas pernikahan seharusnya juga mengurangi resiko diabetes dan meningkatkan kesehatan dan umur panjang khususnya untuk wanita di usia tua,” katanya.

Penelitian itu diterbitkan online di the Journal of Gerontology: Social Sciences.

 

Editor : Ranu Ario

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge