0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dosen UNIBA Raih Gelar Doktor ke 202 UNS

dok.timlo.net/tyo eka
Amir Junaidi ujian doktor di UNS (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Amir Junaidi, dosen Universitas Islam Batik (UNIBA) Surakarta meraih gelar doktor ke 202 Universitas Sebelas Maret (UNS), dan doktor ke 31 Program Studi Ilmu Hukum, di Kampus UNS, Kentingan, Jebres, Solo, Selasa (30/5). Amir berhasil mempertahankan disertasi berjudul Rekonstruksi Prinsip Syariah Dalam Penyusunan Klausulabaku Akad Pembiayaan Mudharabah.

“Akad pembiayaan Mudharabah yang ada pada bank syariah belum sesuai dengan prinsip-prinsip syariah,” ungkap Amir dalam salah satu kesimpulan disertasinya yang dipertahankan di depan Dewan Penguji.

Dalam penyusunan akad pembiayaan Mudharabah berklausul baku, menurut Amir, terdapat tiga permasalahan dalam penyusunan klausula baku akad pembiayaan Mudharabah. Pertama, musyawarah tidak dapat dilakukan dalam proses penyusunan akad. Musyawarah tidak dapat dilakukan karena rendahnya posisi tawar nasabah, selain itu juga terdapat klausula yang telah dibakukan oleh pihak bank syariah sehingga nasabah tidak bisa menegosiasikan (bermusyawarah).

“Nasabah sebagai pihak yang membutuhkan dana terkesan buru-buru untuk dilakukan penandatangan kesepakatan akad,” ujarnya.

Seharusnya, menurut Amir, akad yang harus dibuat dengan musyawarah harus dibuat secara adil, seimbang saling menguntunkan dan tidak saling menguntungkan karena dalam pembuatan akad kedudukan antara nasabah dan bank syariah adalah setara dan nasabah harus dipandang oleh bank syariah sebagai mitra kerja.

Kedua, kata Amir, klausula baku akad pembiayaan Mudharabah tidak sesuai dengan prinsip syariah. Ketidak sesuaian akad dengan prinsip syariah tersebut dapat dilihat dari segi penyusunan maupun dari segi kontraknya. Ketiga, Dewan Syariah nasional belum mengatur mengenai klausula baku karena peran Dewan Syariah Nasional sebagai penerjemah prinsip syariah dari Alquran dan Alhadits.

Dalam disertasinya, Amir merekomendasikan, sebaiknya pihak bank syariah dengan lembaga yang terkait yaitu Dewan Pengawas Syariah pada setiap bank syariah haruslah selalu berupaya untuk membuat model-model akad pembiayaan syariah yang disesuaikan dengan prinsip hukum Islam, yang kemudian bisa dibakukan sebagai ketentuan baku yang harus dilaksanakan oleh karyawannya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge