0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

PKL CFD Diminta Tak Gunakan Kantong Plastik

timlo.net/achmad khalik
Sejumlah PKL CFD Jalan Slamet Riyadi Solo (timlo.net/achmad khalik)

Solo — Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) memberikan kelonggaran waktu selama tiga bulan kepada pedagang kaki lima (PKL) yang biasa menggelar lapak dagangan mereka di car free day (CFD) Jalan Slamet Riyadi, Solo. Tenggat yang diberikan tersebut menyusul penerbitan SE No. 660/1.640 terkait Larangan Penggunaan Bungkus dan Bahan Plastik untuk Layanan Kepada Pembeli dan Pembuangan Sampah pada Tempat Sampah yang Tersedia.

“Minggu kemarin sudah kami lakukan sosialisasi terhadap para pedagang. Nanti, selama tiga bulan sebelum waktu yang ditentukan ini kita pantau, apakah penjual patuh atau tetap ngeyel menggunakan kantong plastik,” terang Kepala DPP Kota Solo, Subagyo, Senin (30/5).

Upaya yang dilakukan tersebut, kata Subagyo, sebagai bentuk untuk mengurangi sampah plastik yang ada di Kota Bengawan. Tak hanya di kawasan CFD saja, rencananya sejumlah pasar yang ada di Kota Solo juga akan diterapkan kebijakan tersebut.

“Untuk awal, kita menyasar kepada PKL CFD, nanti ke depan kesejumlah pasar,” terang Subagyo.

Sebelumnya diberitakan, petugas gabungan dari Satpol PP, DPP dan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DPP) melakukan sosialisasi kepada sejumlah pedagang dikawasan CFD supaya mengganti penggunaan kantong plastik dengan kantong ramah lingkungan. Upaya ini dilakukan untuk menekan sampah plastik yang dihasilkan masyarakat yang dinilai tiap tahun terus mengalami peningkatan.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge