0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Lumut Membawa Berkah Kehidupan

Bisnis lumut (timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Usaha yang dilakoni Ranto (45) warga Kecamatan Baturetno ini sudah hampir belasan tahun. Bapak tiga anak ini menekuni usaha berjualan lumut sejak tahun 2000- an. Dari hasil berjualan lumut, ia mampu menyekolahkan tiga anaknya hingga tingkat lanjutan atas, bahkan kebutuhan hidupnya tercukupi.

Tapi jangan salah, lumut yang dia jual ini, merupakan lumut khusus untuk umpan memancing ikan. Wilayah Kecamatan Baturetno sendiri terdapat genangan Waduk Gajah Mungkur( WGM), wilayah ini terkenal dengan spot mancing ikan nila. Sedang kebanyakan warga sekitar sendiri banyak penghobi mancing mania. Peluang ini dilirik Ranto, untuk mengais rejeki dengan menyediakan umpan lumut khusus umpan ikan nila.

Mulanya Ranto mencari lumut di selokan atau parit- parit di persawahan yang ada di sekitaran Kecamatan Baturetno. Bahkan terkadang dia harus bangun sebelum subuh untuk mencari lumut di kecamatan lain. Pasalnya, begitu pagi hari tiba, para pelanggannya sudah antre di depan kios yang sekaligus rumahnya ini.

“Dulu, saya harus mencari ke pelosok desa- desa. Soalnya pelanggan saya itu mintanya lumut yang super, yang tidak mudah busuk. Kan ada jenis lumut, begitu kena terik matahari, lumut itu rusak dan busuk,” ujar Ranto saat ditemui dikiosnya, Minggu (29/5).

Lantaran banyak pelanggan, Ranto mulai kewalahan meladeni permintaan. Sejak pagi, pelanggan sudah antri, bahkan begitu jarum jam menunjukkan pukul 07.00 WIB, persediaan lumut sudah habis terjual.

“Kewalahan mas, akhirnya saya mendatangkan lumut budidaya dari Klaten dan Sukoharjo. Biasanya, lumut dari peternak itu dikirim lewat bus, sore hari. Kemudian saya rendam dalam bak besar biar lumut ini tidak mati atau busuk, jadi begitu pagi, lumut ini masih fresh,” katanya.

Dalam satu paket kecil yang dikemas dalam kantong plastik hitam, dipatok harga Rp 5.000. Setiap hari, ia mampu menjual puluhan paket, bahkan di hari Sabtu, dan Minggu permintaan akan lumut luar biasa. Penghasilan bersih yang ia peroleh dari berjualan lumut itu, setiap harinya rata- rata Rp 200 hingga Rp 300 ribu.

“Apalagi musim penghujan seperti ini susah cari lumut, soalnya banyak parit atau sungai kecil yang biasanya di tumbuhi lumut diterjang banjir, lumut- lumut itu kan hanyut semua, ya terpaksa mereka mau tidak mau ya harus beli,” paparnya.

Pelanggannya, kebanyakan sudah hafal dengan kualitas lumut dagangannya. Tak hanya warga Baturetno saja palanggannya, banyak juga yang berasal dari kecamatan lain, bahkan pemancing asal Pacitan, Jatim sering pesan lumutnya.

“Biasanya, malamnya sudah telepon, kemudian saat berangkat dia tinggal mengambil di kios ini, kan sekalian jalan,” terangnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge