0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Akumulasi Hasil Operasi Patuh Candi 2016

Kasatlantas Polresta Solo, Kompol Prayudha Widiatmoko, (timlo.net/heru murdhani)

Solo — Satuan Lalulintas (Satlantas) Polresta Solo masih melakukan penindakan tilang terhadap 3.258 pelanggaran disepanjang pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2016. Jumlah tersebut diakumulasi selama 15 hari pelaksanaan operasi yang berakhir Minggu (29/5).

“Pelanggaran paling banyak didominasi sepeda motor, yakni pelanggaran tidak mengenakan helm,” ungkap Kasatlantas Polresta Solo, Kompol Prayudha Widiatmoko.

Diterangkan, penggunaan helm mendominasi jumlah pelanggaran, dengan menempati urutan pertama dengan prosentase sekitar 50 persen pelanggaran. Sedangkan sisanya adalah pelanggaran tentang rambu dan marka, surat-surat kelengkapan, aksesoris kendaraan (Kenalpot, lampu sein), dan pemakaian sabuk pengaman untuk mobil.

Rentang usia pelanggar yang paling banyak adalah adalah 16 tahun hingga 20 tahun, alias pelajar dan mahasiswa. Diterangkan, operasi ini telah sesuai dengan target. Sebab, target yang akan disasar adalah kedisiplinan pengguna jalan dalam mengenakan alat pelindung kepala yakni Helm. Selain itu operasi ini juga menyasar pelajar, yang belum memiliki SIM yang sudah menggunakan kendaraan bermotor.

“Karena pelajar yang belum memiliki SIM ini lebih rawan kecelakaan, baik mencelakaan dirinya sendiri, maupun mencelakaan orang lain. Karenanya pelajar juga menjadi salah satu target dari operasi Patuh Candi 2016.” katanya.

Khusus untuk pelajar, jajaran Satlantas Polresta Solo menggandeng pihak sekolahan untuk menggelar operasi di sekolah-sekolah. Selain untuk menjaring para Pelanggar, upaya ini juga dilakukan untuk mensosialisasikan tentan standar keselamatan berkendara.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge