0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kebijakan Impor Bawang Merah, Bikin Petani Menjerit

timlo.net/agung widodo
Petani bawang merah (timlo.net/agung widodo)

Sragen — Kebijakan pemerintah untuk mengimpor bawang merah dinilai sangat memberatkan petani. Dikawatirkan kebijakan itu akan membuat petani bawang semakin terpuruk lantaran kalah bersaing dengan pengusaha luar.

“Impor bawang merah tersebut jelas merugikan petani dan hanya menguntungkan sejumlah pihak, terutama para importir,” kata Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Sragen, Suratno, Minggu (29/5).

Suratno menyatakan, keputusan pemerintah itu menunjukkan tidak pro rakyat dan membuat harga bawang dalam negeri semakin anjlok. Apalagi impor bawang merah itu dilakukan saat petani bawang di Sragen tengah melakukan panen.

Suratno mencatat, ada 1.000 petani bawang merah di Sragen yang menggantungkan hidup dari hasil panen. Pasalnya, menanam bawang merah tidaklah mudah, selain dibutuhkan modal besar, juga memerlukan perhatian khusus.

Dia mencontohkan, dalam satu hektar lahan, diperlukan hingga Rp 60 juta untuk bibit dan macam-macam. Namun menanam bawang untungnya juga lumayan apabila tidak ada gejolak dibandingkan dengan menanam padi.

“Sekarang kalau sudah impor, banyak yang malas menanam karena harganya jatuh. Tanam bawang merah itu selain dilakukan petani yang sudah maju, juga butuh mental besar,” jelasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge