0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pedagang CFD Bingung dengan Pelarangan Penggunaan Kantong Plastik

timlo.net/achmad khalik
Sejumlah PKL CFD Jalan Slamet Riyadi Solo (timlo.net/achmad khalik)

Solo — Pedagang Kaki Lima (PKL) Car Free Day (CFD) Jalan Slamet Riyadi mengaku bingung terkait larangan penggunaan bungkus plastik. Pasalnya, selama ini bungkus plastik dinilai praktis dan efisien.

“Sampai saat ini belum ada pengganti praktis selain kantong plastik,” terang salah seorang pedagang makanan, Supartini (29).

Warga Kecamatan Pasar Kliwon ini mengaku keberatan jika Pemkot memaksa untuk mengganti pembungkus plastik dengan menggunakan kertas atau bahan ramah lingkungan yang lain. Pasalnya, untuk mengganti dengan bahan tersebut akan mengakibatkan biaya operasional dagang meningkat.

“Kalau bungkusnya pakai kertas pasti akan mempengaruhi nilai penjualan. Dagangan jadi naik,” jelasnya.

Tak hanya Supartini, pedagang minuman Susilo (32) juga mengaku bingung dengan SE No 660/W.640 terkait larangan penggunaan bungkus dan Bahan Plastik untuk Layanan Kepada Pembeli dan Pembuangan Sampah pada Tempat Sampah yang Tersedia. Pasalnya, selama ini dirinya menggunakan gelas plastik. Padahal, banyak pelanggannya yang memesan minuman dengan dibungkus dan langsung dibawa pergi. Jadi tidak menggunakan gelas untuk diminum ditempat tersebut.

“Kalau saya menggunakan gelas plastik, kalau dilarang saya harus menggunakan apa,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Kota Solo, Subagyo mengatakan, sejak diterapkan pada Minggu (22/5) kemarin, kebijakan larangan penggunaan kantong plastik terhadap pedagang CFD masih dalam tahap sosialisasi. Pihaknya memberikan waktu selama tiga bulan kepada pedagang untuk berpikir kreatif mengganti bungkus plastik menjadi bungkus yang lebih ramah lingkungan.

“Rencananya waktu sosialisasi ini selama tiga bulan. Setelah itu, akan ada penindakan dari petugas gabungan,” terang Subagyo.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge