0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

18 Media Jepang Famtrip ke Banyuwangi

Jembatan ke arah Bedul Mangrove, Alas Purwo National Park Banyuwangi (Dok Timlo.Net - IM)

Timlo.net – Sebanyak 18 media Jepang hadir ke Banyuwangi dalam even Japan Media famtrip, baru-baru ini. Mereka diajak ke sejumlah destinasi wisata menarik. Diantaranya Blue Fire Kawah Ijen, desa wisata, menikmati landscape pantai hingga pegunungan Banyuwangi. Hasil perjalanan tadi, langsung dipublikasikan di Jepang.

“Mereka membantu mempromosikan pariwisata Banyuwangi di kawasan Asia,” terang Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) Kementerian Pariwisata di Jepang, Naomi Takahashi, kemarin.

Dipilihnya Banyuwangi karena obyek wisata di sana sesuai dengan karakter wisatawan Jepang yang tidak menyukai medan sulit. Cukup berkeliling satu kota, wisatawan sudah bisa menjangkau banyak destinasi wisata.

“Ada banyak obyek wisata alam yang bisa dinikmati di sini,” kata Naomi.

Fotografer Japan Professional Photographers Society, Takehito Miyatake, mengakui bahwa Banyuwangi memiliki pemandangan alam yang cantik dan unik. Kebiasaan masyarakat yang memulai aktivitas di pagi buta juga menjadi pesona tersendiri.

“Waktu bangun pagi saya sangat kaget, matahari belum terbit sudah terdengar suara-suara yang membangunkan orang untuk beribadah (azan Subuh-red). Ini unik sekali,” ucap Miyatake.

Kebetulan, para jurnalis itu menginap di salah satu resort yang terletak di kaki lereng Gunung Ijen.

Bupati Banyuwangi, Azwar Anas mengungkapkan, selama beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memang fokus mengembangkan pariwisata. Beragam even dibuat sepanjang tahun untuk mendongkrak pariwisata. Destinasi-destinasi wisata baru, banyak dimunculkan seiring perubahan pola pikir masyarakat.

Pengakuan dunia untuk Banyuwangi terwujud dalam penghargaan pariwisata dunia Badan Pariwisata Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN-WTO) Awards ke-12 untuk kategori inovasi bidang kebijakan publik. Kunjungan wisatawan nusantara melonjak 161 persen dari 651.500 orang pada 2010 menjadi 1.701.230 orang pada 2015.

Wisatawan mancanegara meningkat 210 persen dari kisaran 13.200 orang pada 2010 menjadi 41.000 orang pada 2015. Geliat pariwisata juga menggerakkan ekonomi warga. Pendapatan per kapita Banyuwangi menurut Badan Pusat Statistik melonjak 62 persen dari Rp 20,8 juta (2010) menjadi Rp 33,6 juta per kapita per tahun (2014). (*)

Editor : Eddie Mutaqin

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge