0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Alasan Pembentukan Organisasi HIMKI

foto: Setyo
Sejumlah pelaku usaha mebel soloraya saat menggelar dukungan Deklarasi HIMKI (foto: Setyo)

Solo – Pembentukan Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) sebagai langkah penyatuan asosiasi mebel dan kerajinan Indonesia tidak hanya keinginan dari para pelaku usaha, tapi juga pemerintah. Pasalnya dengan adanya satu asosiasi, akan dianggap lebih efektif dalam menghadapi persaingan global.

“Upaya untuk penyatuan kedua asosiasi sebenarnya sudah kita coba lakukan sebelumnya. Namun akhirnya gagal. Hingga kemudian beberapa waktu yang lalu Presiden memanggil saya dan Supriyadi sebagai perwakilan dari Amkri untuk datang ke istana dan meminta untuk dilakukan kembali,” ujar Ketua Bidang bahan baku, DPP Asmindo, Mugianto kepada wartawan, Sabtu (28/5).

Dikatakan dia, alasan perlu diadakannya penyatuan asosiasi karena untuk Asmindo dan Amkri memiliki fokus bidang yang sama. Hal itu juga yang dicontohkan oleh negara maju lainya, seperti pembentukan MEA, AFTA, Uni Eropa dan lainnya, yang rela bersatu untuk dapat meningkatkan daya saing ekonomi.

“Kalau negara saja bisa bersatu, kenapa untuk asosiasi yang memiliki fokus bidang yang sama harus ada dua. Oleh sebab itu, kita terus mencoba melakukan pendekatan hingga akhirnya muncul sebuah kesepakatan bersama,” jelasnya.

Kesepakatan dari Asmindo dan Amkri, menurutnya juga sudah dituangkan dalam penandatanganan MoU pada 28 April lalu. Bahkan sebagai follow up, kedua asosiasi telah membentuk tim ad-hoc yang berjumlah 18 orang, yang terdiri dari perwakilan masing-masing.

Ke depan dengan adanya satu asosiasi tersebut, diharapkan dapat memperkuat daya saing produk dari para pelaku usaha di dalam negeri.

“Karena jika ada satu asosiasi, pemerintah tentu juga lebih mudah untuk dapat memberikan fasilitas. Baik itu support melalui kebijakan, pameran maupun yang lain,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Amkri Pusat, Supriyadi dalam kesempatan yang sama juga menyampaikan, secara mayoritas di kedua asosiasi sebenarnya telah sepakat dengan rencana pembentukan organisasi baru, HIMKI yang bisa digunakan untuk rumah bersama. Terkait ada yang kontra itu hanya minoritas. Dan menurutnya karena belum mengetahui informasi secara menyeluruh.

“Sebenarnya sebagian besar sudah sepakat. Sehingga sudah tidak ada alasan lagi untuk menunda ataupun menolak. Oleh karena itu kita berharap, setelah masing-masing asosiasi membubarkan diri, bisa langsung menggelar munas di asosiasi yang baru, atau HIMKI ini,” tandasnya.

Editor : Eddie Mutaqin

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge