0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Prihatin, Banyak Perawat Digaji Kurang Layak

foto: Agung
Pelantikan pengurus PPNI Kabupaten Sragen. (foto: Agung)

Sragen – Masih banyak tenaga medis atau perawat yang penghasilannya masih di bawah upah minimum kabupaten (UMK). Ini menjadi keprihatinan tersendiri dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sragen.

“Perawat ini ke depan harus lebih sejahtera. Salah satu tugas PPNI adalah memperjuangkan perawat honorer yang gajinya masih di bawah UMK,” kata Ketua Umum PPNI Kabupaten Sragen, Suramin, Sabtu (28/5).

Usai pelantikan Pengurus Daerah PPNI Sragen Periode 2015-2020 di Pendopo Sumanegaran, Suramin mengatakan, di Sragen sendiri hanya ada sekitar 800 perawat yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sisanya masih banyak perawat yang bekerja di rumah sakit swasta yang honornya masih minim. Saat ini perawat baik PNS dan swasta yang telah bergabung dengan PPNI sebanyak 1.450 orang.

Dia menjelaskan, berdasarkan anjuran dari DPD PPNI Jawa Tengah, upah layak yang diterima oleh perawat ada pada kisaran Rp 2,5 Juta. Sementara rata-rata penghasilan perawat di rumah sakit swasta saat ini masih sekitar Rp 1,5 Juta. Namun itu pun tergantung dari pihak manajemen rumah sakit tempat yang bersangkutan bekerja.

Di sisi lain, Suramin mengatakan, dalam rangka menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) tidak menutup kemungkinan bakal mendapat tantangan yang berat. Apalagi kalau sampai perawat asing masuk ke Sragen, perawat lokal harus mampu bersaing.

“Makanya perawat di sini juga harus meningkatkan kompetensi untuk menyongsong era MEA,” ujarnya.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge