0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ingat! Polusi Udara Kota Solo di Ambang Bahaya

dok.timlo.net/dhefi
Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Solo, Yosca Herman Soedradjad (dok.timlo.net/dhefi)

Solo – Mengurangi polusi udara di Kota Bengawan menjadi salah satu tema besar yang diusung dalam HUT Solo Car Free Day (CFD) ke-6 di Jalan Slamet Riyadi, Minggu (29/5) besok. Pasalnya, emisi dari 2,5 juta kendaraan yang beraktifitas di Kota Solo dinilai berada dalam ambang berbahaya.

“Dalam sehari, ada sebanyak 2,5 juta kendaraan yang beraktifitas di Kota Solo ini. Entah itu dari warga Solo sendiri atau dari kendaraan yang hanya melintas di jalur Kota Solo,” terang Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Solo, Yosca Herman Sudrajat kepada Timlo.net, Sabtu (28/5).

Berdasarkan data yang dimiliki Dishubkominfo Kota Solo, tahun 2012 udara di Kota Solo hampir memasuki ambang berbahaya bagi kesehatan tubuh. Hingga saat ini, pihaknya belum melakukan kajian kembali terkait emisi dan polusi udara yang ada di Kota Bengawan. Meski begitu, dirinya yakin bahwa seiring berjalannya waktu dengan jumlah kendaraan yang makin ‘berjubel’ dijalanan akan mengakibatkan kadar polusi yang meningkat.

“Kami yakin, saat ini udara di Kota Solo sendiri sudah tercemar,” jelas Yosca.

Maka dari itu, lanjutnya, pihaknya mengajak masyarakat untuk turut mengurangi emisi kendaraan bermotor melalui HUT CFD yang mengusung tema “Reduce Emission and Recycle”. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat akan diajak untuk mengurangi emisi kendaraan supaya udara di Kota Solo selalu terjaga.

Disinggung upaya untuk mengendalikan emisi di Kota Solo, Yosca mengaku pihaknya sejauh ini hanya dapat melakukan pemantauan dengan melakukan uji emisi terhadap kendaraan bermotor. Dari hasil uji emisi yang dilakukan 20-30 persen kendaraan dinyatakan layak jalan. Sedangkan sisanya dengan catatan bahkan ada yang tidak layak.

“Jadi, ketika kami melakukan uji emisi dari 300 kendaraan hanya 20-30 persen kendaraan yang layak atau dengan uji hasil emisi ok (bagus-red). Sisanya, dengan catatan dan banyak yang tidak lulus uji emisi. Bayangkan saja kalau 2,5 juta kendaraan yang layak hanya sekitar 20-30 persen saja,” terang Yosca.

Pihaknya berharap, masyarakat ikut serta menekan emisi kendaraan di jalan raya. Sehingga, udara bersih bebas dari polusi dapat dinikmati oleh masyarakat di Kota Solo.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge