0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

RUU Tembakau

DPR Usul Perokok Wajib Bayar Premi Asuransi

(Ilustrasi) Rokok (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Ketua Badan Legislasi DPR-RI Supratman Andi Atgas mengusulkan agar perokok membayar premi asuransi. Itu untuk membiayai pengobatan berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh rokok.

“Semisal premi asuransi 10 persen dari harga sebungkus rokok,” katanya saat diskusi terkait Pro dan Kontra RUU Tembakau, Jakarta, Sabtu (28/5).

Supratman mengakui, rokok menimbulkan biaya kesehatan besar yang harus ditanggung pemerintah. Ditengarai, sebanyak 30 persen dari total klaim harus dibayar dibayar Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh rokok.

“Di sisi lain, negara juga mendapatkan kas dari cukai Rp 150 triliun dan omset industri rokok mencapai Rp 250 triliun per tahun.”

Atas dasar itulah, menurut Supratman, Badan Legislasi tengah mengharmonisasi draf undang-undang pertembakauan agar tak bertentangan dengan beleid lain. Terutama terkait kesehatan, tenaga kerja, dan perindustrian.

“Badan Legislasi ingin melihat secara komprehensif. Mumpung masih dalam taraf harmonisasi, semua pihak bisa memberi masukan agar kepentinganya terakomodir.”

Kartono Muhammad, Ketua Dewan Penasehat Komisi Nasional Pengendalian Tembakau, menilai pengenaan premi asuransi khusus perokok bakal sulit diterapkan. Sebagai alternatif, dia mengusulkan, penaikan harga rokok.

“Semisal, rokok seharga Rp 10 ribu per bungkus dinaikkan menjadi Rp 15 ribu per bungkus. Nah, yang Rp 5 ribu disetor ke BPJS Kesehatan untuk antisipasi pembengkakan klaim karena rokok,” tambahnya. [yud]

Sumber: merdeka.com

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge