0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Siswa SD Dibekali Bekal untuk Hadapi Gempa Bumi

dok.timlo.net/red
Anak-anak SD ikuti simulasi gempa (dok.timlo.net/red)

Solo – Bencana alam tak memandang kawasan maupun korban yang menjadi sasaran. Kesiapsiagaan dalam mengolah informasi dan tanggap bencana menjadi kunci guna meminimalisir korban berjatuhan.

“Koordinasi dan saling bertukar informasi ini sangat penting ketika sebuah bencana terjadi di suatu tempat,” terang Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo, Gatot Sutanto, Sabtu (28/5).

Berkaca pada peristiwa Gempa Bantul, Yogyakarta yang terjadi 10 tahun silam, menurut Gatot, wilayah yang menjadi pusat bencana akan lumpuh total. Di sinilah peran instansi atau lembaga kebencanaan serta relawan dari berbagai daerah diuji baik dari sisi koordinasi, kesigapan hingga mental tiap personel.

Di sisi lain, tekanan untuk meminimalisir jatuhnya korban jiwa makin meningkat. Tak ayal, dari peristiwa gempa yang terjadi pada tanggal 27 Mei 2016 silam tersebut terdapat personel relawan yang stres dengan beban berat yang diemban.

“Koordinasi menjadi kunci dalam meminimalisir korban jiwa yang terus berjatuhan,”  terang Gatot.

Disinggung kesiapsiagaan bencana gempa di Kota Solo, Gatot mengaku potensi gempa di Kota Solo sangatlah minim. Karakteristik daerah sangat meempengaruhi bentuk bencana alam yang akan terjadi. Meski begitu, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk memberikan pelatihan menghadapi bencana gempa bumi.

“Kami telah membekali anak-anak usia SD terkait antisipasi menghadapi bencana gempa bumi. Semoga itu bermanfaat jika kelak mereka menghadapi bencana serupa,” jelasya.

Karakteristik bencana di Kota Solo sendiri, lanjut Gatot, cenderung pada banjir dan kebakaran. Sehingga, personel BPBD Kota Solo wajib memiliki dasar penanggulangan dua bencana tersebut.

“Spesifikasi personel lebih dititik beratkan pada penanganan banjir dan kebakaran. Meski begitu, tidak meninggalkan kemampuan lain yang wajib dimiliki oleh seorang rescue,” jelas Gatot.

Dirinya berharap, komunikasi lintas instansi atau lembaga kebencanaan maupun relawan tanggap bencana terus ditingkatkan. Tak hanya itu, kekompakan dan kebersamaan antar personel juga menjadi kunci kesuksesan dalam setiap menjalankan tugas mulia yang dibebankan. Sehingga, jika komunikasi terbangun lancar serta kokompakan dan kesolidan maksimal maka apapun rintangan pasti dapat ditaklukkan.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge