0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Massa FUI Karanganyar Tuntut Densus 88 Dibubarkan

Demo di depan Mapolres Karanganyar (timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Ratusan orang dari Forum Umat Islam (FUI) Karanganyar menggelar unjuk rasa di depan Mapolres Karanganyar, Jumat (27/5).  Mereka menuntut agar Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror dibubarkan.

“Aksi ini menyikapi kematian Siyono, warga Klaten saat ditangkap aparat Densus 88 beberapa waktu lalu,” kata Ketua Forum Umat Islam Karanganyar, Fadlun Ali, Jumat (27/5).

Masa yang berjalan kaki dari Masjid Agung Karanganyar usai sholat Jumat. Mereka menuju depan Mapolres Karanganyar sekitar pukul 13.00. Fadlun Ali mengatakan, Forum Umat Islam Karanganyar mengutuk tindakan arogansi Densus 88 atas kematian Siyono.

Menurutnya, pembunuhan Siyono melanggar hukum yang ada, karena masih berstatus terduga teroris. Pihaknya meminta Kapolri untuk menghentikan aksi main hakim sendiri Densus 88 dalam aksi penangkapan, penganiayaan, penyiksan terhadap aktivis muslim.

”Ada enam poin yang kami sampaikan. Tindakan arogansi Densus 88 harus dihentikan agar tidak terjadi korban-korban lain.  Patut diingat, Siyono ditangkap dalam kondisi sehat dan hanya bertastus terduga teroris, tapi kenapa pulang dalam kondisi tidak bernyawa,” teriak Fadlun.

Masa juga membawa sejumlah atribut desakan pembubaran Densus 88. Selain itu, masa juga membawa dua replika keranda mayat yang bertuliskan desakan agar mengadili anggota Densus 88. Di keranda tersebut tertera dua nama, yakni Ipda Handres Hariyo Pambudi dan AKBP Muhammad Tedjo. Orasi yang hampir berlangsung satu jam itu dikawal ratusan personel Polres Karanganyar. Perwakilan massa kemudian ditemui Kapolres Karanganyar AKBP Mahedi Surindra dan jajarannya. Massa lalu membubarkan diri secara tertib.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge