0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Andalalin Saripetojo Hanya Untuk Hotel Tanpa Toko

timlo.net/ichsan rosyid
Papan nama Robinson (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Solo menilai keberadaan Toko Robinson di kompleks Hotel Swiss Belinn Saripetojo menyalahi Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin). Pasalnya, dokumen andalalin yang diterbitkan Dishubkominfo untuk bangunan di Eks Pabrik Es Saripetojo itu hanya untuk hotel.

“Dulu itu ijin yang diajukan hanya untu hotel. Tidak ada Robinson seperti ini,” kata Kepala Dishubkominfo Solo, Yosca Herman Sudrajat kepada wartawan, Jumat (27/5).

Sejak awal, bangunan yang ada di kawasan Purwosari itu akan dibangun mal. Namun karena ditentang Pemerintah Kota Solo, akhirnya rencana pembangunan mal itu diganti menjadi hotel dan pertokoan. Namun pada kenyataannya, setelah ijin dari Pemkot terbit, muncullah Toko Robinson yang dikelola PT Jakarta Intiland yang nota bene membawahi Ramayana Department Store.

Herman menerangkan dampak pertokoan terhadap lalu lintas akan lebih besar dibanding hotel. Pasalnya, kendaraan keluar masuk toko akan jauh lebih banyak ketimbang hotel. Sehingga antrian di pintu keluar dan pintu masuk akan semakin panjang. Dikhawatirkan dengan adanya Robinson di lokasi tersebut akan menimbulkan kemacetan di jalur yang sudah sangat padat itu.

“Kalau di dalam hotel ada toko-toko kecil menjual batik dan souvenir itu biasa. Tapi kalau Robinson ini kan dampak lalu lintasnya berbeda,” terangnya.

Toko yang menjual bahan sandang dan kelengkapannya itu telah resmi dibuka Jumat (27/5). Menanggapi hal itu, Yosca menyatakan telah menyampaikan kepada Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo bahwa keberadaan Robinson di sana menyalahi andalalin yang diterbitkan.

“Sampai sekarang belum ada arahan dari Walikota. Keputusan ada di beliau nanti seperti apa,” kata dia.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge