0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sandera Pajak Tidak Diperkenankan Keluar dari Sel

Kakanwil DJP Jateng II, Lusiani beri penjelasan di Rutan Klas 1 Solo (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo — Pelaku penunggakan pajak, berinisial SDH (69), tak diperlakukan secara istimewa di dalam Rumah Tahanan Klas 1A Solo. Distributor gula pasir ini, dititipkan ke dalam rutan, oleh Kanwil Dirjen Pajak DJP Jawa Tengah II bersama dengan KPP Pratama Solo setelah dilakukan eksekusi penyanderaan (Gijzeling) penunggak pajak, Jumat (27/5), lantaran menunggak pajak sebesar Rp 43,04 Miliar.

“Kita telah terima berkas maupun fisik dari pelaku penunggak pajak ini, dan telah kita lakukan pemeriksaan terhadap tubuh, barang bawaan, dan kesehatannya, untuk kemudian kita tampung dalam sel tahanan wanita kita,” ungkap Kepala Keamanan Rutan, Urip Dharmayoga.

Diterangkan, SDH akan ditempatkan di salah satu kamar di blok khusus tahanan wanita yang ada di dalam rutan.

“Di dalam blok khusus wanita ada delapan kamar, yang dihuni oleh 26 warga binaan. Namun satu kamar telah dikosongkan, untuk dihuni khusus penunggak pajak,” terang Urip.

Sebab, kata Urip, sesuai dengan aturan, bahwa penunggak pajak harus disendirikan dari warga binaan lain. Selain itu sandera pajak juga tidak diperkenankan keluar dari sel tahanan, kecuali untuk layanan pengobatan, layanan olahraga, dan layanan rohani. Khusus untuk kunjungan, pengunjung harus mengantongi ijin dari otoritas pajak yang berwenang.

“Kondisi ini dilakukan untuk membuat sandera pajak merasa jera dan segera melunasi tanggungan mereka,” kata dia.

Selain itu sandera pajak juga tidak diperkenankan menggunakan alat komunikasi yang ada sebagai fasilitas bagi warga binaan, seperti wartel.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge