0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Berkedok Arisan Haji, Mantan Dosen Ini Masuk Bui

timlo.net/tarmuji
Kapolres Wonogiri AKBP RR Rumondor saat rilis kasus penipuan (timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Diduga melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan berkedok arisan haji, pensiunan dosen asal Kadipiro, Banjarsari, Surakarta ini dicokok polisi, Jumat (27/5) . Aksi tipu-tipu ini dilakukan tidak hanya di Wonogiri saja, namun juga di Surakarta.

“Di Wonogiri korbannya ada sekitar 38 orang, dengan kerugian Rp 868.400.000,” ujar Kapolres Wonogiri AKBP R R Rumondor, Jumat (27/5).

Dari laporan korban, polisi kemudian melakukan penyelidikan dan selanjutnya mengamankan Didik Suwarno Harso Putra (61) warga Sukomulya RT 6/RW 6 Desa/Kelurahan Kadipiro Banjarsari, Surakarta.

Kasus ini diketahui sekitar bulan April 2015 di Dusun Tandon Desa Pare Kecamatan Selogiri. Awalnya tersangka membentuk semacam arisan haji namanya At Taawun, terbentuk pada November 2009 silam, di rumah salah seorang warga Nambangan, Selogiri dengan anggota sebanyak 38 orang.

Banyaknya peminat haji ini di manfaatkan oleh tersangka untuk kepentingan pribadi. Setiap anggota dikenakan biaya, apalagi dengan biaya murah. Dari keterangan para pelapor, masing- masing dikenai biaya yang bervariasi, namun pada umumnya berkisar Rp 28 Juta hingga terkumpul dana sekitar Rp 868.400.000.

“Oleh tersangka ini, uang yang terkumpul bukannya disetor ke kantor Kemenag. Tetapi malahan di investasikan ke pihak ketiga dibidang pertanian yakni pembuatan pupuk cair. Tapi usaha ini bangkrut dan pihak ketiga kabur. Bahkan dia kerjasama dengan pihak bank semacam dana talangan haji, tapi bisnis ini juga macet,” katanya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal tindak pidana penipuan atau tindak pidana penggelapan seperti dalam pasal 378 dan 372 KUHP dengan ancaman pidana empat tahun penjara.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge