0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bantah Aniaya Balita, Sumbar Pranoto: Demi Tuhan

Tersangka penganiaya Balita, Sumbar Pranoto jalani pemeriksaan di Mapolres Klaten (dok.timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Meski sudah ditetapkan tersangka, Sumbar Pranoto (43) menepis semua sangkaan penganiayaan kepada balita Fr (5). Ia justru menuduh balik nenek korban, Atni Widati (51), sebagai pelaku penganiayaan.

“Demi Tuhan, saya enggak melakukan. Saya dititipin anak itu (Fr) kondisinya sudah seperti itu. Boleh ditanya ke ibunya (Wulan Triastuti),” kata tersangka Sumbar, saat gelar perkara di ruang Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Klaten, Jumat (27/5).

Di hadapan wartawan, duda yang sehari-hari bekerja di salah satu advokat ini menyebut ditangkap polisi lantaran diduga melakukan tindak penganiayan kepada balita warga Dusun/Desa Kwaren, Kecamatan Ngawen. Ia juga mengaku dititipi mantan pacarnya sekaligus ibu korban untuk merawat Fr di kediamannya di Dukuh Kemit, Desa Pepe, Kecamatan Ngawen.

“Waktu dititipkan di tempat saya hari pertama, ada teman menyaksikan anak itu sudah seperti itu. Bahkan ada surat penitipannya karena saya juga takut dikira menculik anak orang,” ucap Sumbar.

Ditambahkan, luka yang diderita Fr merupakan ulah ibu dan neneknya saat tinggal di rumah neneknya. Sementara, luka seperti di paha dan bekas gigitan disebabkan korban jatuh dari tangga dan digigit kucing.

“Dia ketakutan kalau di rumah sering dilakukan kekerasan. Bahkan dulu saya ada rekaman teman, anak itu ketakutan sama utinya (nenek Atni), yang tanya bundanya sendiri dan cerita di rumah saya juga seperti itu terus direkam bundanya. Makanya saya rawat di rumah, apalagi saya berencana akan menikah dengan ibunya (Wulan),” ungkap Sumbar Pranoto.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge