0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemerintah Diminta Tak Hanya Urusi Pelaku Kekerasan Seksual

Ketua Spek-HAM, Endang Listiyani (dok.timlonet/heru murdhani)

Solo — Solidaritas Perempuan Untuk Kemanusiaan dan Hak Asasi Manusia (Spek-HAM) Solo meminta pemerintah dan masyarakat untuk lebih memberikan perhatian korban kekerasan seksual. Sebab, selama mencuatnya kasus-kasus kekerasan seksual di Indonesia, pemerintah terkesan hanya berkonsentrasi pada penanganan pelaku saja.

“Kepada pemerintah kami minta untuk terus peduli dan melakukan upaya rehabilitasi untuk pemulihan selain kepada pelaku, juga kepada korban,” ungkap Ketua Spek-HAM, Endang Listiyani, Jumat (27/5).

Dikatakan selama ini banyak korban kekerasan seksual, kerap tidak bisa mendapatkan keadilan, di tingkat penegak hukum. Sebab sering terjadi bahwa korban dewasa dianggap melakukannya atas dasar suka sama suka.

Selain itu, Spek-HAM yang tiap tahunnya menangani sekitar 50 kasus kekerasan seksual ini, menganggap bahwa metode penambahan hukuman bagi para pelaku tak menyentuh akar permasalahan. Sebab, akar dari kekerasan seksual ini adalah penghargaan terhadap kaum perempuan.

“Jika tingkat kesadaran masyarakat begitu rendah, maka angka kekerasa seksual akan terus naik. Karenanya penambahan hukuman tidak akan efektif tanpa disertai dengan pendidikan baik kepada pelaku maupun kepada masyarakat,” kata dia.

Pihaknya juga menyoroti kasus kekerasan seksual yang banyak tak terkaver oleh anggaran dari negara. Hal ini dibuktikan dengan beberapa daerah yang belum bisa memberikan proses visum secara gratis kepada korban kekerasan seksual.

“Yang ada malah korban bayar sendiri, kan ini juga menjadi permasalahan tidak tuntasnya kasus-kasus kekerasan seksual,” kata dia.

Pihaknya juga meminta pemerintah untuk lebih mengedukasi masyarakat. Sehingga masyarakat lebih memiliki rasa penghormatan kepada perempuan, yang tentunya akan lebih mengurangi kasus kekekrasan seksual.

“Pencegahan lebih pada membangun kesadaran publik, dengan memberikan pendidikan kesehatan reproduksi, seksualitas dan adil gender dari sekolah-sekolah. Sehingga keberpihakan terhadap korban lebih banyak,” kata dia.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge