0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Cara Mencegah Kejahatan Seksual pada Anak

dok.timlo.net/tyo eka
Psikolog UNS, Arif Tri Setyanto (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Psikolog Universitas Sebelah Maret (UNS) Arif Tri Setyanto menyatakan, hal yang perlu dilakukan untuk mencegah kejahatan seksual terhadap anak, sebenarnya terletak pada peran orang tua.

“Pemerintah memang turut bertanggung jawab, tetapi sesungguhnya yang utama adalah orang tua memiliki peran yang mendasar,” jelas Arif Tri kepada Timlo.net, di Kampus Psikologi UNS, Mesen, Solo, Jumat (27/5).

Arif mengungkapkan, berdasarkan beberapa kasus kejahatan seksual terhadap anak, umumnya pelakunya adalah orang-orang terdekat keluarga korban. Orang-orang terdekat ini biasanya ada hubungan, entah keluarga, saudara, atau tetangga atau orang dekat.

“Pelakunya justru bukan orang lain, atau orang jauh,” ujarnya.

Oleh karena itu, kata Arif yang juga dosen Psikologi Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran UNS, peran orang tua dalam memonitor atau mengawasi menjadi tanggung jawab yang utama. Kalau ada pengawasan yang baik, misalnya anak pergi kemana, anak main dengan siapa, dan sebagainya, orang tua harus mengetahui. Orang tua tidak bisa melepaskan begitu saja.

“Selain orang tua, anggota keluarga lain, entah kakakatau adiknya  sebenarnya juga memiliki andil untuk saling memonitor atu mengawasi,” jelasnya.

Terkait dengan banyaknya kekerasan seksual terhadap anak, termasuk banyaknya korban kejahatan seksual atau pelecehan seksual, kata Arif, salah satunya karena akses pornografi atau berbau pornografi belakangan ini sangat merajalela.

“Dalam hal ini, perlu ketegasan pemerintah dalam menutup situs porno, apalagi media elektronik sekarang ini bisa diakses dimana-mana,” tandasnya.

Merajalelanya akses pornografi didunia internet, kata Arif lagi, orang tua juga harus mengawasi, supaya anak tidak hanya menjadi korban saja, tetapi jangan sampai menjadi pelaku kejahatan seksual.

Terkait dengan pemerintah, menurut Arif, hendaknya pemerintah tidak bekerja sendiri, tetapi mengaktifkan kerjasama dengan pihak-pihak terkait, misalnya, forum PKK, organisasi kemasyarakatan, dan sebagainya. Salah satunya dalam bentuk sosialisasi cara pencegahan kejahatan seksual.

“Sosialisasi cara pencegahan, paling tidak menjadi cara preventif, selain orang tua yang memang harus berperan utama,” jelasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge