0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dewan Minta Penjelasan Pemkot Terkait Ijin Robinson

Papan nama Robinson (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Kalangan legislatif meminta Pemerintah Kota Solo menjelaskan terkait keberadaan Toko Robinson di kawasan Purwosari. Pasalnya, toko tersebut berada sangat dekat dengan Pasar Purwosari yang merupakan pasar tradisional.

“Pemerintah harus memberi kepastian. Bila dirujuk kepada Peda No 5/2011, Robinson itu termasuk toko modern atau bukan. Kalau iya, harus dijelaskan bagaimana kok bisa dapat ijin. Kalau tidak termasuk, penjelasannya seperti apa,” kata anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Solo, Ginda Ferachtiawan, Kamis (26/5).

Ia menerangkan, menurut Perda, Department Store adalah pertokoan yang menjual produk sandang dan perlengkapannya secara eceran. Luasnya minimal 400 Meter Persegi. Ia mengaku belum mengetahui secara pasti apakah Robinson yang baru saja menghapus tulisan Department Store dari papan namanya itu memenuhi kriteria tersebut.

“Kami sebagai pengawas harus mengawasi pelaksanaan Perda itu. Kalau secara kasat mata ada pelanggaran, Pemkot harus bisa menjelaskan,” kata dia.

Di sisi lain, ia menyadari masih banyak pengusaha yang mengabaikan regulasi yang berlaku. Robinson sebagai suatu perusahaan besar dinilai terlalu berani membangun toko di dekat pasar tradisional.

“Itu perusahaan besar kok bisa bikin toko di situ. Kemarin jelas ada tulisan department store. Sekarang sudah dihapus. Ada apa? Kok lucu,” tanyanya.

Ia menambahkan, bila Perda tidak ditegakkan dengan tegas, maka tidak perlu ada Perda tersebut. Bahkan ia menyarankan Pemkot merevisi perda yang mengatur jarak toko modern dan tradisional itu jika dirasa sudah tidak relevan lagi.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge