0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

“Anak Saya Salah Apa, Kok Dibunuh Seperti Ini?”

Sekelompok mahasiswa berziarah ke makam Nugroho Iskandar alias Gilang, Kamis (26/5) | Ari Kristyono
(Sekelompok mahasiswa berziarah ke makam Nugroho Iskandar alias Gilang, Kamis (26/5) | Ari Kristyono)

Solo – Perempuan itu suaranya serak, tapi di antara isak tangisnya ada pertanyaan yang didengar oleh sekelompok mahasiswa dan aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras)  yang berkerumun di salah satu nisan di Permakaman Purwoloyo Solo, Kamis (126/5) siang.

“Saya ingin pemerintah mengusut kasus ini. Kenapa anak saya Gilang dibunuh? Salah apa anak saya kok nasibnya seperti ini? Mohon pemerintah mendengar permintaan ini,” ujarnya.

Ny. Fatah (60) adalah ibu dari Nugroho Iskandar alias Gilang, pengamen yang aktif dalam aksi unjuk rasa melengserkan rezim Orde Baru. Namun, justru sehari setelah Soeharto turun tahta, Gilang menghilang dan ditemukan beberapa hari kemudian dalam keadaan tak bernyawa.

Jenazah Gilang tergeletak di dasar jurang di tepi jalan raya Tawangmangu-Sarangan, dan sempat dimakamkan sebagai mayat tak dikenal di Magetan, Jawa Timur. Saat ditemukan, ada luka kecil yang dalam menembus dada kirinya.

“Waktu itu, Gilang cuma pamit akan pergi diajak bekerja oleh seseorang. Tapi ternyata tidak pulang. Padahal dia itu tulang punggung keluarga. Dia bekerja keras di jalan, karena ingin empat adiknya bisa kuliah semua,” tutur Ny Fatah.

Masih beruntung, ada kabar yang menyebut ditemukannya sosok mayat tak dikenal di lereng Lawu, yang ternyata memang jenazah Gilang. Akhirnya makam Gilang digali dan jenazah dipindahkan ke Solo.

Namun, siapa yang menculik dan membunuh Gilang, masih misteri hingga saat ini.

Editor : Ari Kristyono

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge