0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Korban Penganiayaan Alami Trauma, PPKB Beri Trauma Healing

Wulan Triastuti memperlihatkan foto anaknya yang diduga dianiaya mantan kekasihnya (timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Klaten turun tangan menangani dugaan kasus kekerasan yang menimpa balita berinisial Fr (5). Pasalnya, balita asal Dusun/Desa Kwaren, Kecamatan Ngawen itu enggan kembali masuk sekolah PAUD.

“Kita akan melakukan pendampingan fokus pada korban. Sehingga tidak mengalami trauma berkepanjangan,” kata Kepala Seksi (Kasi) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak PPKB Klaten, Hari Suroso, Kamis (26/5).

Sebelum memberikan trauma healing atau pemulihan trauma, pihaknya akan mempelajari terlebih dahulu kondisi korban. Sebab, korban tidak hanya menerima perlakukan kasar secara fisik, namun juga perlakuan tak manusiawi oleh mantan pacar sang ibu korban.

“Kebetulan ada petugas kami yang telah melihat kondisi korban. Dari laporan sementara, trauma yang dialami korban cukup parah. Korban masih ketakutan terutama saat bertemu dengan orang asing,” ujar Hari.

Diberitakan sebelumnya, putra tunggal Wulan Triastuti (32) itu menderita pipi kanan memar, rambut dan telapak kaki disundut dengan korek api, hingga dipaksa menelan kotorannya sendiri dan meminum urine. Akibatnya, SP warga Dukuh Kemit, Desa Pepe, Kecamatan Ngawen, dilaporkan ke polisi pada 6 Mei lalu.

“Saat ini fokus pendamping hanya pada korban, namun tidak menutup kemungkinan pendampingan juga dilakukan kepada keluarga. Untuk proses hukum kami serahkan kepada kepolisian,” imbuh Hari Suroso.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge