0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

BKKBN: Pernikahan Dini di Sragen Tergolong Tinggi

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Mustar (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen – Pernikahan usia dini di Kabupaten Sragen masih tergolong tinggi. Banyak remaja yang seharusnya belum saatnya membentuk keluarga, tapi sudah menikah pada usia kurang dari 21 tahun.

“Usia perkawinan rata-rata di Sragen ada di angka 20 tahun. Ini berarti masih di bawah usia minimal kematangan menikah yaitu 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki,” kata Kepala Perwakilan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Tengah, Mustar.

Dalam acara Pencanangan kampung KB di Dukuh Pakel, Desa Japoh, Kecamatan Jenar, Mustar menyampaikan, tingginya angka pernikahan dini itu berbanding terbalik dengan animo pria untuk mengikuti KB yang rendah. Sedangkan jumlah akseptor KB di Jateng saat ini sudah mencapai 494.000 orang atau 65 persen dari total pasangan usia subur (PUS) sebanyak 7,6 juta jiwa.

“Akseptor pria masih di bawah target 4 persen. Karena baru mencapai 16.302 orang atau baru 3,3 persen,” ujarnya.

Sedangkan secara nasional saat ini Indonesia menduduki peringkat 4 jumlah penduduk terbanyak tapi dari kualitas ada di peringkat 108 dari 184 negara di dunia. Pihaknya bakal memaksimalkan sosialisasi dan menggencarkan perluasan KB untuk pria dengan memanfaatkan testimoni dari akseptor pria maupun dari istrinya.

Dia menambahkan, dengan dicanangkannya Kampung KB membuktikan bahwa pemerintah hadir di kampung tersebut dan akan mendampingi serta membantu permasalahan-permasalahan yang ada. Dia berharap, kampung KB yang dilaunching merupakan awal kebangkitan Kampung KB di Jawa Tengah.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge