0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini yang Membuat Japoh Dijadikan Kampung KB

dok.timlo.net/agung widodo
Pencanangan Kampung KB di Desa Japoh, Jenar, Sragen (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen – Dukuh Pakel, Desa Japoh, Kecamatan Jenar dipilih oleh pemerintah menjadi tempat untuk pencanangan Kampung Keluarga Berencana (KB) untuk Kabupaten Sragen. Dipilihnya Desa Japoh ini sebagai Kampung KB bukan karena warganya berhasil melaksanakan KB. Tapi malah sebaliknya, kesadaran masyarakat di desa tersebut untuk ber-KB masih sangat rendah.

 “Di sini kesadaran warga untuk ikut KB masih rendah, terutama untuk pria. Karenanya dengan pencanangan Kampung KB ini diharapkan bisa mendongkrak pencapaian akseptor KB,” kata Kepala BKBPMD Sragen, Muhari, Rabu (25/5).

Muhari menjelaskan, dari data yang ada saat ini, jumlah pasangan usia subur (PUS) di Sragen mencapai 168.000 dan yang menjadi akseptor sekitar 128.000. Untuk memaksimalkan gerakan KB itu, nantinya tim dari kabupaten hingga desa akan senantiasa memantau dan mengevaluasi kegiatan KB di desa maupun kampung KB.

Sedangkan kriteria dipilihnya Kampung KB itu lantaran ada di daerah perbatasan, masih banyak penduduk miskin dan akseptor KB-nya masih rendah.

“Japoh termasuk dalam kriteria-kriteria tersebut,” ujar Muhari.

Pencanangan Kampung KB di Desa Japoh ditandai dengan pelepasan balon dan penandatangan komitmen oleh Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati beserta seluruh forum pimpinan daerah (Forpinda) dan camat di Sragen.

Sementara Bupati Sragen Kusdinar Yuni Sukowati mengatakan, KB bukan hanya menjadi tanggung jawab para istri, tetapi para suami juga harus peduli. Ini adalah waktu yang tepat bagi kaum suami mengikuti program KB. Karena kadangkala, istri ada yang alergi terhadap alat-alat kontrasepsi KB.

“KB itu bukan hanya tanggung jawab istri, tapi juga laki-laki. Akseptor KB laki-laki masih minim,” kata Bupati Yuni.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge