0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Fremantle Sailing Club Bakal Merapat ke Banyuwangi

ilustrasi (www.ss34.org)

Timlo.net – Puluhan kapal pesiar (yacht) yang tergabung dalam Fremantle Sailing Club di Australia bakal berlabuh di Kabupaten Banyuwangi pada 2017 mendatang. Seiring selesainya proyek pengembangan pelabuhan wisata Marina Banyuwangi, kapal mereka sudah bisa berlabuh di dermaga yang baru.

“Info yang disampaikan ke kami memang seperti itu. Puluhan kapal Fremantle Yacht Rally akan berlabuh di Banyuwangi seiring dengan pembangunan dermaga kapal pesiar di Pantai Boom,” papar Konsulat Jenderal RI di Perth, Australia, Ade Padmo Sarwono, kemarin.

Fremantle Yacht Rally adalah ajang tur kapal layar bersejarah. Sejak pertama kali digelar pada 1981, puluhan yacht yang membawa ratusan wisatawan tak pernah absen mengeksplore beragam wisata bahari di berbagai negara. Dan saat sandar di suatu negara, biasanya komunitas ini tak segan menghabiskan ratusan US dolar per hari untuk keperluan belanjanya.

“Kabarnya akan ada sekitar 60 yacht yang akan ikut dalam Fremantle Yacht Rally 2017. Bila setiap kapal akan diisi lima orang, ditambah lagi kehadiran keluarga yang menyusul menggunakan pesawat, aka nada sekitar 600 orang yang akan berkunjung ke Banyuwangi,” sambung Bupati Banyuwangi, Azwar Anas.

Dari paparan Anas, lenght of stay para wisatawan dari Negeri Kanguru itu tidaklah singkat. Ratusan wisatawan istimewa itu dijadwalkan akan mengeksplorasi keindahan alam dan budaya di Banyuwangi dalam waktu yang cukup lama. Jadwal yang sudah disusun, rombongan Fremantle Yacht Rally itu akan menginap sekitar dua minggu di Banyuwangi.

“Silahkan hitung sendiri berapa devisa yang bisa kita dapat,” tambah Anas.

Dari data 2014, pengeluaran wisatawan yacht rata-rata USD 150 per orang/hari. Bisa dibayangkan jika sekitar 600 wisatawan yacht tersebut menginap selama 14 hari di Banyuwangi. Akan ada perputaran uang USD 1.260.000 sebagai akibat kegiatan ekonomi dari aktivitas terkait.

Tingginya potensi penerimaan devisa tadi akhirnya memicu Pelindo Properti Indonesia (PPI) untuk bekerja lebih cepat lagi. Direktur Utama Pelindo Properti Indonesia (PPI), Prasetyo, berani menggaransi bahwa infrastruktur inti dalam penyelenggaraan tur kapal layar Fremantle tersebut bisa selesai pada Februari 2017.

“Untuk pelabuhannya, kita tinggal tunggu hasil studi oceanografi dan Amdal yang dalam tiga bulan ke depan akan selesai. Saat ini difokuskan pada pembangunan infrastruktur di darat,” ujar Prasetyo.

Pantai Marina yang kelak akan dinamakan Gili Wangi itu juga akan menjadi marina pertama di Indonesia yang terkoneksi dengan pariwisata bahari.

“Pelabuhan ini akan dilengkapi dengan technopark. Kita kebut terus,” urai Prasetyo.

Selain terintegrasi dengan technopark, katanya, pelabuhan marina di Banyuwangi ini digadang-gadang untuk menjadi marina terbesar di Indonesia.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge