0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Keputusan Tim Adhoc ASMINDO dan AMKRI Dipertanyakan

Ketua DPD AMKRI Soloraya, Rining Nur Farida (timlo.net/setyo pujis)

Solo – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Asosiasi Mebel dan Kerajinan Indonesia (AMKRI) Soloraya menilai keputusan Tim Adhoc yang terdiri dari perwakilan ASMINDO dan AMKRI telah melebihi kewenangan. Pasalnya dalam keputusan tersebut sudah menetapkan nama dan ketua asosiasi.

“Karena dari hasil kesepakatan, Tim Adhoc yang beranggotakan 18 orang dari perwakilan kedua asosiasi ini hanya merumuskan AD/ART dan peraturan yang lain untuk diajukan di Munas.  Tapi ternyata dalam keputusan tersebut justru muncul nama asosiasi HIMKI termasuk ketua dan sekjen yang sudah ditetapkan,” ujar Ketua DPD AMKRI Soloraya, Rining Nur Farida saat dihubungi Timlo.net, Rabu (25/5).

Oleh karena itu, dirinya mempertanyakan keabsahan dari hasil keputusan tim adhoc. Bahkan menilai, keputusan dari tim adhoc seoalah justru memperkeruh rencana proses penggabungan antara ASMINDO dan AMKRI. Karena selain melampaui kewenangan, melalui keputusannya itu dianggap belum tentu dapat mewakili keinginan dari para pendiri kedua asosiasi tersebut.

“Karena dengan munculnya nama HIMKI beserta kepengurusannya itu justru terkesan muncul asosiasi baru. Hal itu, karena untuk ASMINDO dan AMKRI saat ini belum resmi dibubarkan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua ASMINDO Komda Soloraya, Yanti Rukmana secara terpisah menyampaikan, bahwa dinamika dalam proses penggabungan asosiasi adalah hal yang wajar. Namun demikian yang harus diperhatikan adalah asosiasi harus menatap kedepan.

“Karena kalau kita hanya terjebak dalam masalah internal, tentu akan ketinggalan dengan negara lain,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge