0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jelang Puasa, Waspadai Peredaran Daging Glonggongan

timlo.net/nanin
Pedagang daging sapi (timlo.net/nanin)

Boyolali — Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Boyolali memperketat antisipasi peredaran daging sapi glonggong menjelang bulan Ramadhan. Langkah ini dilakukan menyusul pengalaman sebelumnya daging sapi glonggong marak dijual saat puasa dan menjelang lebaran.

“Masyarakat harus ikut berperan serta dengan ikut memastikan daging yang dijual memiliki surat kesehatan daging apa tidak, bila tidak memiliki sebaiknya jangan dibeli,” kata Kepala Disnakan Boyolali, Bambang Jiyanto, Rabu (25/5).

Dijelaskan, Surat Keterangan Kesehatan Daging (SKKD) dilakukan untuk memperketat pengawasan penjualan daging sapi. Surat keterangan tersebut sejak setahun terakhir hanya dikeluarkan untuk ternak sapi yang dipotong di rumah potong hewan (RPH) Ampel. Pihaknya selama ini tidak pernah mengeluarkan SKKD di luar RPH. Tragisnya meski peredaran daging sehat lebih diperketat, namun kenyataan di lapangan masyarakat justru memilih membeli daging murah.

Sementara, jumlah populasi sapi potong di Boyolali mencapai 85 ribuan ekor, namun jumlah tersebut bukan ready stock. Karena sebagian besar ada di petani atau peternak. Untuk transaksi tergantung dengan petani.

“Selama ini transaksi berjalan sendiri, sejauh ini belum ada pedagang atau pengusaha yang khusus menyediakan stok sapi potong,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge