0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Batam Ingin Genjot Kunjungan Wisman Asal Malaysia

batamkota.go.id
Batam (batamkota.go.id)

Timlo.net – Batam ingin wisatawan mancanegara (wisman) asal Malaysia kembali berdatangan ke wilayah itu. Salah satu upaya yang dilakukan, dengan menggelar promosi wisata.

“Kami akan menggelar acara Muhibah Kebudayaan, di Mall Johor Bahru, Malaysia, 27 Mei, mendatang. Kami akan sajikan karya seni Batam agar mereka datang,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Batam, Yusfa Hendri, seperti rilis yang diterima, Rabu (25/5).

Yusfa tidak mau kunjungan wisatawan di Batam surut, maka pihaknya terus mencari cara untuk promosi Wonderful Indonesia.

“Daerah-daerah di semenanjung pantai Malaysia sangat berpotensi untuk terus bertambah, seperti Johor dan Negri Sembilan. Jaraknya dekat, budayanya dekat,” ujarnya.

Yusfa tidak mau angka-angkanya punya jarak yang besar. Seperti diketahui, saat ini Singapura merupakan wisatawan mancanegara yang paling banyak datang ke Batam, Malaysia berada di nomor dua sebagai wisman.

Menurutnya, 70 persen Singapura mendominasi kedatangan wisman ke Batam. Pihaknya ingin jumlah wisman Malaysia yang datang juga bertambah.

Dari data yang dimilikinya, per kurun waktu Januari-Maret 2016 kemarin terdapat 203.587 kunjungan. Dari jumlah itu, wisman asal Malaysia 41.579 orang.

“Malaysia turun 4 persen di 2015, yang datang ke Indonesia saat itu 43.342 orang. Maka dari itu, kami akan genjot lagi,” bebernya.

Letak Kota Batam yang strategis berbatasan langsung dengan negara Singapura dan Malaysia yang terdiri dari ± 400 pulau. Luas wilayah 3.990 km2 terdiri dari Luas wilayah Daratan 1.380,85 km2 dan Luas wilayah Lautan 2.950 km2.

Secara geografis kota Batam berbatasan dengan, Selat Singapura. Posisi Batam yg berdekatan dengan Singapura dan Malaysia sebagai salah satu tujuan wisata dunia dapat dikembangkan sebagai gerbang wisata Indonesia.

Batam memang menjadi tempat yang strategis bagi Indonesia untuk menggenjot wisman. Batam dan Bintan juga biasa disebut dengan “Border Tourism”. Yakni mencari wisatawan dari Singapore dan Malaysia.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya berharap atraksi budaya Melayu yang menjadi karakter bersama Malaysia-Indonesia itu dijadikan pintu masuk untuk menarik wisman di border area. Musik, tari, seni berpantun, dimiliki bersama di Kepulauan Riau dan Malaysia.

“Kalau dicari, pasti akan ketemu connecting dari sisi budaya yang bisa mendatangkan wisman,” kata Arief Yahya.

“Show musik dengan bintang-bintang yang dikenal di sana, akan menjadi daya tarik yang sangat efektif untuk menarik pasar Malaysia,” lanjut Arief Yahya. (*)

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge