0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Robinson Dapat Izin, Anggota DPRD Geleng-Geleng Kepala

dok.timlo.net/daryono
Ketua FDNR DPRD Solo, Supriyanto (dok.timlo.net/daryono)

Solo — Pernyataan Pemkot Solo terkait pengeluaran izin legal operasional pusat perbelanjaan Robinson di Purwosari mematik reaksi kalangan legislatif. Mereka berpendapat, ada apa dibalik pengeluaran izin legal pusat perbelanjaan yang jelas-jelas melanggar Perda No 5/2011 penataan dan pembinaan pusat perbelanjaan toko modern.

“Dalam salah satu isi Perda itu menyebutkan, bahwa jarak minimal antara toko modern dan pasar tradisional sekurang-kurangnya 500 meter. Ini kan sangat dekat dengan pasar tradisional. Lalu, peran Pemkot apa di dalam melindungi pasar tradisional ini,” terang Ketua Fraksi Demokrat Nurani Rakyat (FDNR) DPRD Kota Solo, Supriyanto, Rabu (25/5).

Sebelumnya, Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) menyebutkan, varian produk yang dijual di pusat perbelanjaan baru itu berbeda dengan komoditas di Pasar Purwosari. Disamping itu, BPMPT menyebut tegas bahwa Robinson tak melanggar Perda.

“Didalam aturan itu kan tak menyebutkan detail produk yang diperjual belikan.tapi, mengenai jenis toko modernya. Robinson ini kan tergolong jenis toko modern. Jelas ini melanggar Perda, harusnya Pemkot mencermati Perda sebelum mengeluarkan ijin legal operasional toko modern,” tandas Supriyanto.

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Kota Solo, Kosmas Krinasmurti hanya dapat geleng-geleng kepala dengan pemahaman BPMPT terkait jenis usaha pusat perbelanjaan Robinson. Pasalnya, BPMPT menyebut Robinson sebagai butik. Padahal, jelas-jelas Robinson masuk ke dalam kategori pusat perbelanjaan.

“Jelas-jelas itu pusat perbelanjaan, kok masih ngeyel kalau itu butik,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge