0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemerintah Kesulitan Menata PKL di WGM

timlo.net/tarmuji
PKL menjamur di sudut- sudut wahana wisata WGM (timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Setiap tahun jumlah pedagang kaki lima (PKL) di obyek wisata Waduk Gajah Mungkur (WGM) bertambah. Bahkan pemerintah mengaku kesulitan melakukan penertiban.

“Saat ini ada sekitar 400 pedagang yang terdata. Tidak tiap hari mereka berjualan, hanya sedikit yang aktif berjualan, mungkin hanya separuhnya,” ujar Sekretaris Disbudparpora Wonogiri, Fredy Sasono, Selasa (24/5).

Para pedagang ini, kata Fredy, akan berbondong-bondong di saat musim libur Lebaran dan menjelang tahun baru. Mereka memenuhi lapak-lapak di setiap sudut wahana wisata yang ada di area WGM. Sehingga nampak menjadi kumuh, dan tak layak jika disebut sebagai obyek wisata.

Pihaknya mengaku kebingunan melakukan penataan, apalagi melakukan pembangunan los atau kios untuk memindahkan para PKL itu. Sebab lahan WGM sendiri tersebut masih berstatus sewa dari Perum Jasa Tirta.

“Ibarat kata, kami yang punya rumah, mau menaruh meja saja bingung, karena banyaknya PKL,” tegasnya.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Wonogiri, Sentot Sujarwoko menambahkan, berdasarkan rencana yang disusun, beberapa pedagang yang sebelumnya menempati lokasi-lokasi yang mengganggu pemandangan pengunjung dialihkan di tepi lapangan WGM dan menghadap ke jalan.

Dia juga mengakui, jika penataan pedagang bukan perkara mudah, terlebih menyangkut mata pencaharian. Maka pihaknya terus melakukan pendekatan.

“Belum ada anggaran untuk penataan, jadi kami juga sulit untuk melangkah, tapi kami upayakan mengajukan anggaran dari APBD, baik dari provinsi maupun pusat. Parahnya, kita tidak bisa membangun sembarangan di lokasi ini, karena status lahan masih sewa,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge