0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pedagang Pasar Purwosari Tak Masalah Bersanding Toko Modern

timlo.net/ichsan rosyid
Pemkot Solo beri lampu hijau untuk Robinson Department Store di Kawasan Purwosari meski berdiri di dekat pasar tradisional (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Para pedagang di Pasar Purwosari tidak mempermasalahkan keberadaan Robinson Department Store di dekat pasar. Perbedaan pangsa pasar menjadi alasan kenapa para pedagang tidak khawatir meski harus bersanding dengan toko modern.

“Pembeli kita kan kalangan menengah ke bawah. Kalau yang ke sana (toko modern) lebih banyak dari menengah ke atas,” kata pemilik Toko Nugroho yang menjual pakaian dan tas di Pasar Purwosari, Singgih, Selasa (24/5).

Di Pasar Purwosari, kios-kios yang menhadap jalan mayoritas menjual pakaian dan tas. Mereka justru menilai positif keberadaan Robinson Department Store di dekat tempat mereka berjualan. Dengan demikian pembeli mempunyai lebih banyak pilihan.

“Kalau di sana (Robinson) menjual bahan-bahan pokok, itu baru merugikan pedagang-pedagang kecil,” kata dia.

Senada, Mbah Rejo yang berjualan roti dan bumbu dapur di dalam pasar juga tidak keberatan dengan adanya toko yang akan diresmikan tanggal 29 Mei mendatang.

“Nggak ngefek. Ada toko itu atau tidak tetap saja seperti ini,” kata wanita berumur 80 tahun itu.

Sebelumnya diberitakan, kalangan legislatif menilai keberadaan toko modern di lahan eks pabrik es Saripetojo itu melanggar dua Perda sekaligus. Yakni Perda Nomor 8 tahun 2009 tentang Bangunan dan Perda Nomor 1 tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Perlindungan Pasar.

Dalam Perda No 5 tahun 2011, toko modern dapat berupa minimarket, supermarket, department store, hypermarket ataupun perkulakan harus berjarak minimal 500 meter dari pasar tradisional. Namun faktanya, jarak antara Robinson Department Store dan Pasar Purwosari kurang dari 300 meter.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge