0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dua Pendaki Semeru yang Hilang Berhasil Ditemukan

ilustrasi (merdeka.com)

Timlo.net – Dua pendaki gunung Semeru yang dinyatakan hilang sejak Jumat (20/5), berhasil ditemukan. Mereka adalah Zirli Gita Ayu Safitri (17) dan Supyadi (27), keduanya berasal dari Cirebon.

Tim SAR gabungan langsung mengevakuasi ke kawasan hutan Tawon Songo Desa/Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

“Tim SAR berhasil menemukan dua pendaki asal Cirebon yang hilang di puncak Semeru pada Selasa sore pukul 16.05 WIB di kawasan Gunung Boto dan mereka akan dievakuasi menuju ke Tawon Songo,” kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Purwanto, Selasa (24/5).

“Alhamdulillah mereka ditemukan selamat dan tidak mengalami luka, meskipun dalam keadaan masih lemah dan lemas di sekitar air terjun Gunung Boto. Tim SAR masih memberikan asupan nutrisi makanan kepada kedua pendaki itu dan masih belum bisa memastikan kapan bisa turun ke Tawon Songo,” tuturnya.

Menurut dia, kemungkinan tim SAR masih memulihkan stamina dua survivor tersebut dan ketika kondisi sudah agak sehat, maka akan melanjutkan perjalanan ke Pal B. Namun evakuasi menuju ke Tawon Songo juga akan memperhatikan kondisi kesehatan dua pendaki asal Cirebon tersebut.

“Mereka sudah empat hari bertahan hidup di sana dan kemungkinan kondisinya juga lemas, sehingga proses evakuasi menuju Tawon Songo disesuaikan dengan kondisi dua survivor itu. Bisa saja mereka akan bermalam di Pal B dan baru keesokan harinya akan melanjutkan perjalanan ke Tawon Songo,” katanya.

Tim BPBD Lumajang, lanjut dia, juga sudah disiapkan di Posko Tawon Songo untuk menunggu kedatangan dua pendaki tersebut dan direncanakan setelah tiba di Tawon Songo, kedua pendaki akan dibawa ke RS Bhayangkara Lumajang untuk mendapat perawatan.

“Kami akan mengecek kondisi kesehatan dua pendaki tersebut di RS Bhayangkara dan saat ini keluarga pendaki yang awalnya menunggu di Ranu Pani juga disarankan untuk menunggu di Posko Tawon Songo,” ujarnya.

Ia mengimbau para pendaki gunung tertinggi di Pulau Jawa itu belajar dari kejadian tersebut dan mematuhi rekomendasi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) untuk melakukan pendakian hingga batas Kalimati, sehingga tidak nekat naik ke Mahameru.

“Mudah-mudahan kejadian ini bisa menjadi pelajaran terbaik bagi para pendaki untuk tidak menerobos ke puncak Semeru karena berbahaya dan status gunung yang memiliki ketinggian 3.676 mdpl itu masih level II atau waspada,” katanya.

[cob]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge