0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dilewati Truk Sampah, Begini Curhat Kades Gunung Kidul

Pemblokiran pohon menghadang jalan untuk menutup akses jalan di Karangturi (timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Pemerintah Desa Sampang, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunung Kidul, merasa kaget dengan keberadaan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah sementara di Desa Jogoprayan, Kecamatan Gantiwarno, Klaten. Pasalnya, sebagai tetangga desa, pihaknya belum diberitahu.

“Sejak Jumat (20/5) lalu, truk pengangkut sampah sudah wira-wiri lewat sini. Padahal kami belum di-kula nuwuni (minta ijin),” ujar Kepala Desa (Kades) Sampang, Tugino, Selasa (24/5).

Pada Selasa (17/5) lalu, dirinya didatangi seorang pegawai dari dinas kebersihan (DPU ESDM) Klaten. Pegawai tersebut memberitahukan kalau lahan yang berada di tak jauh dari depan Kantor Desa yang terletak di Desa Kragilan, Kecamatan Gantiwarno, hendak digunakan sebagai lokasi pembuangan.

“Memang sudah kulo nuwun secara lisan. Kalau tertulis, belum. Dan saat itu belum saya iya kan karena saya harus koordinasi dengan perangkat desa dan warga lainnya. Tapi itu yang Kragilan, bukan di Jogoprayan,” ungkap Tugino.

Sebelum mencapai lokasi TPA Jogoprayan, imbuh dia, jalur perlintasan truk pengangkut sampah melewati wilayahnya dan Desa Watugajah, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul. Meski tidak berdampak secara langsung, menurutnya, polusi udara berupa bau sampah yang dibawa truk itu lah yang mengganggu warga.

“Kemarin malam saya menerima info ada rapat di Watugajah untuk menutup dulu TPA. Karena ada pemukiman yang berdekatan langsung dengan lokasi pembuangan. Ya harusnya koordinasi dulu antar Kabupaten. Belum ada pemberitahuan resmi kok sudah lewat sini,” kata dia.

Sementara itu, blokade jalan oleh warga juga berlangsung di Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno. Menggunakan batang pohon, warga merasa terganggu wilayahnya dilalui truk bermuatan sampah. Akibatnya, truk milik DPU ESDM Klaten itu harus berputar arah.

“Warga merasa terganggu dengan bau sampah. Ketika mau membuang ke Jogoprayan kami tidak diajak komunikasi. Bahkan beberapa kali ada bungkusan sampah dari truk yang terjatuh di jalan depan rumah warga,” kesal warga Karangturi, Didik (50).

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge