0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

MoU TPA Jogoprayan Setahun, Ini Kompensasi Warga

Warga blokir jalan menuju tempat pembuangan sampah (dok.timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Ratusan juta rupiah digelontorkan DPU ESDM Klaten untuk kompensasi penggunaan lahan kas desa Jogoprayan, Kecamatan Gantiwarno. Pasalnya, lahan yang terletak di Dukuh Karangmojo itu digunakan sebagai tempat pembuangan akhir (TPA) sampah sementara.

“Ada kompensasi, tapi wujudnya perbaikan jalan umum, hot mix, dan penerangan lampu jalan. Kemudian setiap sore sampah ditimbun dengan tanah,” ujar Kepala Dusun III Desa Jogoprayan, Suratno, Selasa (24/5).

Berdasarkan MoU, kata dia, penggunaan lahan seluas 2.000 meter persegi itu berlaku selama satu tahun. Adapun lokasi lahan merupakan kas desa yang ditanami tebu, berdekatan dengan peternakan ayam.

“Memang ada tebu,tapi itu tanah kas desa yang digarap masyarakat. Jadi kompensasinya itu ganti tebu yang ditanam. Sesuai MoU, tiap tahun direvisi apakah ada keluhan atau tidak. Seandainya belum ada setahun banyak warga yang keberatan dan jadi masalah, ya bisa ditutup,” ungkap dia.

Hal senada juga disampaikan Penjabat sementara Sekretaris Desa (Pjs Sekdes) Jogoprayan, Sakiman. Kompensasi berupa perbaikan jalan dan lampu penerangan dari DPU jumlahnya mencapai Rp 190 juta. Ia juga tak menampik adanya pro kontra di tengah masyarakat terkait keberadaan TPA.

“Bentuknya (kompensasi) bukan uang, melainkan barang senilai Rp 190 juta. Tadinya rencana TPA di Desa Kragilan, lalu Karangturi (Kecamatan Gantiwarno, lalu malah ditunjuk kesini. Ya sebagai perangkat, susah,” ujar Sakiman sekaligus Kadus III yang menaungi Dukuh Karangmojo.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan dan Pertamanan DPU ESDM Klaten, Anwar Shodiq mengatakan, pihaknya masih terus mengupayakan lahan pembuangan sampah sementara. Pasalnya, Troketon di Kecamatan Pedan yang akan dijadikan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah masih terbentur dengan penolakan warga dan pembebasan lahan.

“Solusi akan terus kita upayakan. Komunikasi dan pendekatan kepada masyarakat juga terus dilakukan. Jika tidak ada tempat untuk membuang, sampah semakin menumpuk,” ujar Sodiq kepada wartawan.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge