0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini TPA Sampah Jogoprayan yang Ditolak Warga

Lokasi TPA sampah sementara di Desa Jogoprayan, Kecamatan Gantiwarno, Klaten (dok.timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Pemerintah Desa (Pemdes) Jogoprayan, Kecamatan Gantiwarno mengikat perjanjian dengan DPU ESDM Klaten untuk menggunakan lahan kas desanya sebagai tempat pembuangan akhir (TPA) sampah sementara. Perjanjian atau MoU tersebut berlaku selama satu tahun.

“Sudah ada rembugan, kami setuju. MoU selama satu tahun, tapi tiap tahunnya bisa direvisi,” kata Kepala Dusun III Desa Jogoprayan, Suratno, Selasa (24/5).

Dijelaskan, kesepakatan bermula dari pertemuan seluruh perangkat desa yang dihadiri BPD hingga RW dan RT, Selasa (17/5) malam lalu, di rumah Kepala Desa (Kades) Jogoprayan, Surono. Kemudian, esok harinya MoU ditandatangani di Kantor Desa dihadiri unsur Muspika, dan DPU ESDM Klaten.

“Pada dasarnya warga oke, setuju. Itu lokasi yang digunakan merupakan tanah kas desa seluas 2.000 meter persegi yang ditanami tebu. Letaknya di Dukuh Karangmojo, berdekatan dengan kandang ayam,” jelas dia.

Dari penelusuran, lokasi Desa Jogoprayan berbatasan langsung dengan Provinsi DIY, tepatnya Desa Sampang dan Desa Watu Gajah, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunung Kidul. Sementara letak TPA berada di tengah perkebunan tebu. Disana terlihat aktivitas truk pengangkut sampah dan satu unit eskavator.

“Kompensasi enggak ada sama sekali. Tanya teman-teman ini (perangkat desa). Yang jelas Pemdes ingin ikut membantu permasalahan sampah di Klaten. Dan itu tanah pemerintah yang kembali digunakan untuk pemerintah,” ujar Suratno saat ditemui di Kantor Desa Jogoprayan.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge