0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tarif Peron Terminal Tirtonadi Naik 100 %, DPRD: Jangan Ada Pungli

Terminal Tirtonadi Solo (dok.timlo.net/red)

Solo — Kenaikan tarif jasa ruang tunggu atau peron Terminal Tirtonadi Solo wajib dibarengi dengan pelayanan maksimal. Jangan sampai terjadi pungutan liar lain di kawasan terminal percontohan tipe A di Indonesia tersebut.

“Kami mengingatkan, supaya UPTD Terminal Tirtonadi meningkatkan pelayanan seiring naiknya uang jasa retribusi ruang tunggu atau peron. Jangan sampai ada pungutan lain, saat penumpang masuk ke kawasan Terminal Tirtonadi,” kata Ketua Komisi III DPRD Solo, Honda Hendarto, Selasa (24/5).

Jasa retribusi peron, kata Honda, seharusnya telah mencakup penggunaan ruang tunggu, mushola dan kamar kecil. Terkadang, ada pihak ‘nakal’ yang masih menarik retribusi penggunaan kamar kecil dari para calon penumpang bus.

“Kadang ada yang bermain di kamar kecil ini. Setelah calon penumpang bus selesai ditarik biaya buang air kecil. Padahal penggunaan kamar kecil sudah masuk dalam retribusi peron,” tandas Honda.

Pihaknya mengimbau masyarakat berani melapor jika ditemukan tanda-tanda akan adanya penyimpangan. Laporan dapat dialamatkan langsung ke Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Solo atau langsung ke DPRD Kota Solo.

“Nanti kalau ada penyimpangan langsung kami tindak,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, kenaikan tarif jasa retribusi peron Terminal Tirtonadi Solo naik 100 persen dari awalnya Rp 500 menjadi Rp 1000 per awal bulan April lalu. Kenaikan jasa peron yang diberlakukan juga diiringi dengan fasilitas ruang tunggu yang makin bersih dan membuat nyaman calon pengguna kendaraan umum.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge