0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kemenpar Akan Standarisasi Instruktur Selam

diving in raja ampat (http://panduanwisata.id)

Timlo.net – Kementerian Pariwisata menambah jumlah instruktur selam bersertifikasi. Termasuk menaikkan level instruktur selam yang sudah ada.

“Juga akan dibentuk tim search and rescue, untuk memberikan pertolongan cepat ketika ada peristiwa terkait penyelaman,” ujar Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, seperti rilis yang diterima, Selasa (24/5).

Kemenpar, kata Arief Yahya, juga akan terus menaikkan level instruktur yang ada, agar semakin profesional membawa wisatawan mancanegara (wisman). Di Raja Ampat, sudah ada pelatihan buat para dive masters itu.

“Itu akan terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan, dengan target wisman ke deatinasi wisata bahari kita,” jelas Mantan Dirut PT Telkom ini.

Wisata bahari itu, menurut Arief Yahya, dibagi ke dalam tiga zona. Yakni coastal zone atau wisata pantai. Lalu underwater zone, atau wisata selam untuk menikmati keindahan bawah laut. Dan sea zone, yang menikmati yacht dari pulau ke pulau.

Bukan perkara mudah untuk mendapatkan sertifikat instrukstur selam berakridetasi ISO dan EN. Fisik dan kemampuannya harus di atas rata-rata. Menyelam ratusan meter dengan bantuan alat selam dan tanpa selam, harus bisa dilakukan. Dan semuanya, di bawah pengawasan instruktur yang berkualitas.

“Pengujinya itu adalah Scuba Schools International (SSI). Itu satu-satunya sekolah menyelam yang berstandar internasional,” papar tenaga ahli underwater tourism Kementerian Pariwisata, Cipto Aji Gunawan.

Sebagai bagian dari industri yang menangani 2,5 juta penyelam aktif dan 67 juta snorkeling, SSI adalah nama yang paling dipercaya dalam Scuba Diving. SSI telah mengatur standar untuk sertifikasi para penyelamnya sejak 1970, dengan lebih dari 27 kantor cabang yang mewakili lebih dari 110 negara dan lebih dari 2.400 lokasi-lokasi internasional.

“Ini adalah karya nyata pengembangan SDM selam berkualitas internasional di Indonesia. Ini prestasi Papua, prestasi Indonesia, prestasi kita semua,” papar Cipto.

Ruben Sauyai adalah satu di antara 20 putra Raja Ampat yang pada 2010 silam mengikuti pendidikan awal peningkatan SDM selam berkonsep ‘berjenjang dan terseleksi’ berbasis kompetensi yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata. Pendidikan tersebut di konsep oleh Cipto Aji Gunawan sebagai konsep terobosan baru yang sebelumnya belum pernah dilakukan di Indonesia. Dari total 20 peserta pendidikan, dalam waktu sekitar tiga minggu didapatkan lima SDM siap pakai yang kemudian tetap dibina sehingga dapat berkiprah di industri selam.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge