0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tolak TPA Sampah, Warga Jogoprayan Blokir Jalan

dok.timlo.net/aditya wijaya
Warga blokir jalan menuju tempat pembuangan sampah (dok.timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Aksi penolakan terhadap keberadaan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah kembali terjadi di Klaten. Kali ini penolakan dilakukan oleh warga Desa Jogoprayan, Kecamatan Gantiwarno. Pasalnya, lahan kas desa setempat digunakan Pemkab Klaten sebagai lokasi TPA sementara.

“Sejak pagi sekitar pukul 08.00 WIB warga menblokade akses jalan perkampungan agar tidak dilewati truk pengangkut sampah,” kata Ketua RW 05 Dukuh Karangpelem, Desa Jogoprayan, Hadi Wiyono, Selasa (24/5).

Aksi spontan itu, menurut dia, puncak dari kekesalan adanya truk bermuatan sampah yang melintas di jalan perkampungan warga. Pasalnya, lokasi TPA sampah sementara berada di dukuh sebelah, yakni Karangmojo, yang masih satu RW.

“Spontan diblokir. Kemarin truk lewatnya sini. Warga kaget. Padahal disini banyak balita, sedang dulang (menyuap makanan) ada truk lewat sampahnya pada jatuh. Baunya enggak enak,” ujar Hadi.

Disinggung ada tidaknya sosialisasi kepada warga, dia menjawab belum. Namun demikian, Selasa (17/5) pekan lalu, seluruh perangkat desa mulai dari BPD hingga RW dan RT sudah dikumpulkan di rumah Kepala Desa (Kades) Jogoprayan yang terletak di Dukuh Ngledok, tak jauh dari rumahnya.

“Iya dikumpulkan, tapi membahas soal adanya bantuan dari pemerintah berupa pemasangan lampu penerangan jalan. Kemudian soal pengolahan sampah organik, bukan TPA,” ungkap pria berusia senja itu.

Menurut dia, warga sebaiknya diajak bicara. Ditawarkan terlebih dahulu, apakah menghendaki adanya TPA di Desa Jogoprayan.

“Ya saat itu mau nolak takutnya nanti enggak ada lagi bantuan dari pemerintah. Kalau bisa ya dirembug dulu, jangan tiba-tiba langsung buang. Diuwongke. Apalagi dampak baunya itu,” ucap dia.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge