0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pinus Sewu Kumboro, Wisata Alam Lereng Lawu Selatan

dok.timlo.net/tarmuji
Wisata Alam Pinus Sewu Kumboro (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Wisata alam yang satu ini boleh dibilang masih perawan. Udara dan panorama yang ditawarkan sangat alami. Selain itu, mata pengunjung bakal dimanjakan dengan ribuan batang pohon pinus yang berderet sepanjang lereng perbukitan.

Ya, wisata alam Pinus Sewu Kumboro, yang terletak di Dusun Girirejo, Desa Jeporo, Kecamatan Jatipurno, Wonogiri. Kecamatan satu ini memang berada persis dibawah kaki Gunung Lawu bagian selatan.

Akses jalan pun sangat mudah. Jarak tempuh dari Dusun Girirejo jika menggunakan kendaraan roda dua hanya memerlukan waktu sekitar 10 menit.

“Lokasi ini baru dibuka untuk umum sekitar tiga bulan ini, tapi sebenarnya lokasi wisata ini sudah lama,” ungkap Kepala Desa Jeporo, Kiyato, Selasa (24/5).

Hutan pinus seluas 200 hektar tersebut sebagian merupakan milik Perhutani dan ada sebagian merupakan milik warga desa setempat.

Dari pintu masuk hutan, pengunjung diwajibkan memarkir kendaraannya, sehingga untuk memasuki area Pinus Sewu Kumboro hanya jalan kaki. Soal keamanan sangat terjamin, karena pemuda setempat mengawasi setiap saat. Biasanya paling banyak dikunjungi wisatawan di saat hari tertentu, seperti Jumat hingga Minggu.

“Kebanyakan pengunjungnya anak muda, baik dari Wonogiri maupun luar Wonogiri,” katanya.

Di dalam area hutan pinus ini, pengunjung dapat menikmati pemandangan alam. Di sisi selatan dan utara terlihat jelas deretan hutan pinus. Selain itu, oleh pemerintah desa setempat sudah diberikan fasilitas berupa gubuk-gubuk kecil yang digunakan untuk melepas lelah sembari merasakan hawa dingin yang tak kalah dingin di daerah pegunungan tinggi lainnya.

“Ke depan kami berencana membangun gardu pandang yang terletak di area puncak Nongko Rembel, lokasinya di sisi kanan sebelum pintu masuk hutan,” jelasnya.

Gardu pandang tersebut nantinya dapat melihat langsung Kota Kecamatan Purwantoro dan sekitarnya. Bahkan Waduk Gajah Mungkur pun terlihat jelas.

Saat ini, pihaknya baru memperbaiki fasilitas pendukung lainnya,utamanya akses jalan masuk ke dalam hutan Pinus Sewu itu. Namun lantaran area hutan tersebut milik Perhutani sehingga perlu adanya koordinasi terlebih dahulu.

“Nanti kita akan mulai perbaikan jalan askses masuk area hutan, kemungkinan tidak dicor blok tapi hanya makadam saja,” terangnya.

Bahkan Kiyato mewacanakan untuk pengembangan wisata Pinus Sewu Kumboro akan dibuat integrasi dengan wisata yang ada di dusun lain ,selain wisata alam. Semisal agro wisata,berupa sentra apel dan sentra strowberi. Karena cuaca di Desa Girirejo ini sangat mendukung dengan kedua tanaman  buah tersebut. Tidak menutup kemungkinan pihaknya mendorong warganya untuk menangkap peluang bisnis baru yakni  kuliner dan bisa saja home stay atau penginapan.

“Jadi jangan sampai orang piknik ke Pinus Sewu ini kelaparan, maka harapan kami secara perlahan-lahan akan kita tata, utamanya fasilitas pendukung, semisal toilet dan sarana lainnya,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge