0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Simpel, Anak-Anak Diajari Menabung Rp 1.000 Tiap Hari

dok.timlo.net/agung widodo
Bupati Sragen Kusdinar Yuni melaunching Simpel (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen — Mengajari anak menabung bisa dilakukan sejak dini. Selain untuk menghindarkan dari kebiasaan konsumtif, juga mendidik anak untuk dapat berlaku berhemat. Langkah ini perlu diawali oleh para pemimpin dan pejabat.

”Ini termasuk dalam rencana pembangunan nasional untuk menanamkan pada anak agar lebih gemar menabung dan mengurangi budaya konsumtif,” kata Bupati Sragren Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Minggu (22/5).

Dalam acara launching Tabungan Simpanan Pelajar (Simpel) yang digelar Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (BPR Perbarindo) di Alun-alun Sasono Langen Putro, Yuni mengatakan, Simpel merupakan awal program gemar menabung anak-anak, sehingga diharapkan, pengelolaan keuangan mereka lebih tertata. Misalnya dalam sehari anak-anak diajari menyisihkan uang saku Rp 1.000 – Rp 2.000 untuk ditabung.

Dia mengakui ada sejumlah anak yang mempunyai nilai tabungan cukup besar. Namun uang itu sengaja diberikan orang tua untuk ditabung, jadi bukan keinginan murni dari anak.

”Generasi muda harus rajin menabung, konsepnya lebih baik dari anak, bukan orang tua yang menabung, mereka menyisihkan uang jajan dalam sehari,” ujarnya.

Yuni juga mengajak Wakil Bupati, Ketua DPRD dan Sekretaris Daerah (Sekda) serta sejumlah kepala dinas untuk memberikan contoh langsung anak-anak untuk gemar menabung. Tak terkecuali peran sekolah harus lebih aktif untuk mengajari anak menabung.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo, Laksono Dwi Anggo mengatakan, Tabungan Simpel memberikan literasi kepada pelajar dan masyarakat umum akan pentingnya mengelola keuangan sejak dini. Sehingga mampu mengelola keuangan dengan lebih baik, menciptakan budaya gemar menabung.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge