0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Tips Memasarkan Produk Digital yang Sukses

Handoko Tantra. (Dok: Timlo.net/ Roni. )

Solo—Para pebisnis online di luar negeri memiliki berbagai cara untuk mengumpulkan uang lewat internet mulai dari penghasilan dari iklan hingga berjualan produk. Selain menjual produk-produk fisik, mereka juga menjual berbagai produk digital berupa ebook (electronic book), video tutorial, podcast, musik digital dan foto. Produk-produk digital ini memang sudah umum dijumpai dan diminati oleh konsumen di luar negeri.

Sementara di Indonesia sendiri, produk digital memang belum banyak peminatnya. “Memang pembeli produk digital di Indonesia biasanya merupakan tech savvy (penggemar teknologi—red) yang mengerti jika produk digital bisa didownload dan dipakai,” ujar Handoko Tantra co-founder Ratakan, marketplace produk digital di Indonesia, saat ditemui Timlo.net di sela-sela acara Entreprenuer Gathering 2016 yang diadakan di The Sunan Hotel, Sabtu (21/5) sore.

Namun dia memprediksikan jika dalam beberapa tahun ke depan, pangsa pasar produk digital akan naik karena semakin banyak orang yang melek teknologi dan tidak lagi enggan memakai produk digital. Hal ini bisa menjadi peluang untuk para pebisnis di Indonesia untuk menciptakan produk digital dan meraih penghasilan lebih banyak.

Untuk menjamin produk digital yang kita ciptakan sukses, paling tidak ada beberapa kriteria yang harus dimiliki oleh produk itu. Hal ini diungkapkan Handoko saat mengisi salah satu sesi di acara Entreprenuer Gathering 2016.

“Produk digital yang kita buat itu harus menjawab kebutuhan terbesar dalam kategori yang ditarget,” terangnya.

Selain itu, format produk itu juga harus disesuaikan dengan kebutuhan audiens. “Misalnya kalau produk digital itu soal traveling, maka lebih baik dijual dalam bentuk video,” ujar Handoko.

Dan tentunya produk itu harus membuat pengguna lebih baik daripada sebelumnya. “Contoh, jika produk itu adalah sebuah software. Tanpa software itu, para pembeli harus mengolah data secara manual. Maka dengan kehadiran software itu,  pengguna tidak perlu lagi mengolah data secara manual,” tambahnya.

Untuk beberapa kategori, pencipta produk digital harus memiliki keahlian (expertise) yang formal. Misalnya jika Anda ingin membuat produk digital terkait dengan kesehatan, seperti ebook  soal menurunkan berat badan, maka Anda harus memiliki gelar di bidang kesehatan, misalnya gelar dokter nutrisi. “Semakin ahli kita di bidang kita, maka semakin besar peluang produk digital kita laku terjual,” terang pria berkacamata itu.

Hal ini karena orang akan lebih percaya jika produk ebook soal menurunkan berat badan itu ditulis oleh seorang dokter nutrisi dibandingkan oleh orang yang tidak memiliki ilmu di bidang nutrisi. Bila ditulis oleh orang yang berkompeten di bidangnya, maka ada jaminan keakuratan informasi di dalam ebook.

Bila, kita tidak memiliki gelar resmi di kategori yang kita target, Handoko menyarankan kita untuk bekerja sama atau mengendorse (mempromosikan) tenaga ahli di kategori itu. Contoh kategori lain yang memerlukan keahlian khusus dan gelar resmi adalah keuangan, dan perpajakan. Produk digital terkait keuangan dan perpajakan sebaiknya ditulis atau diawasi oleh ahli perpajakan atau ahli finansial bersertifikasi. Begitu pula dengan pembelajaran bahasa seperti Bahasa Inggris, produk digital yang dibuat akan lebih dipercaya bila diawasi atau ditulis oleh ahli atau guru Bahasa Inggris yang sudah berpengalaman.

Editor : Ranu Ario

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge