0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dukun ‘Jagal’ Satu Keluarga Polisi Segera Dieksekusi

merdeka.com
Dukun santet dihukum mati (merdeka.com)

Timlo.net — Terpidana mati I Putu Suaka yang dikenal sebagai Balian Cetik (dukun santet), diperkirakan bakal dieksekusi usai lebaran nanti. Sebab, penantian hukuman mati bagi pembantai satu keluarga polisi di Karangasem ini sudah cukup lama mendekam dalam tahanan.

“Kalau terjadi penundaan, jangan sampai klien kami mendekam cukup lama di penjara hingga sampai 20 tahun. Itu artinya hukuman ganda diterimanya, seumur hidup dan mati,” kata Penasihat Hukum (PH) I Putu Suaka, I Made Ruspita SH, Minggu (22/5).

Menurut dia, terpidana mati kasus pembantaian keluarga anggota polisi Aiptu Komang Alit Srinatha bersama istri dan anak serta pembantunya, pada 29 Januari 2008 silam, diperkirakan akan dilaksanakan pada Juli atau Agustus 2016 mendatang.

Tetapi Ruspita mengaku sampai saat ini belum menerima surat pemberitahuan dari pihak Kemenkumham maupun dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Amlapura soal kepastian eksekusi mati dari terpidana yang dikenal sebagai dukun ini.

“Menurut informasi yang kami terima kemungkinan eksekusi mati akan dilaksanakan selesai lebaran ini,” kata dia.

Dia mengatakan, kliennya hingga saat ini kondisi fisiknya dan psikologisnya dalam keadaan stabil. Bahkan sejak diboyong ke Lapas Kerobokan dari Karangasem dan kini dipindah ke Madiun bersama napi lainnya, diketahui dalam keadaan sehat.

Saat ini menurutnya hanya persoalan lokasi eksekusi saja. Sebab, pemerintah setempat tidak mengiyakan lokasi eksekusi mati dilakukan di Karangasem.

“Kalau dilaksanakan di Karangasem, pihak Muspida sendiri sudah tidak menyetujui. Ya mungkin di daerah lain di Bali cuma tempatnya di mana kita kan tidak tahu. Proses hukum luar biasa sudah ditempuh dan grasi itu sudah ditolak oleh Presiden, ya nunggu apa lagi?” ujar dia.

[gil]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge