0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rentan Serangan Hama, Petani Enggan Tanam Padi Rojolele

timlo.net/nanin
Padi jenis Rojolele mulai langka, petani enggan tanam karena rentan serangan hama (timlo.net/nanin)

Boyolali — Tanaman padi jenis Rojolele mulai langka ditanam petani. Pasalnya, padi jenis ini tidak tahan serangan hama dan pemeliharaanya terlalu rumit. Di wilayah Banyudono, dari puluhan petani, tinggal satu orang yang bertahan menanam padi Rojolele.

”Harga jual padi Rojolele masih tinggi dibanding jenis lain. Saat ini, harga beras Rojolele perkilogram mencapai Rp 12.500,” ungkap warga Dukuh Tempel, Desa Jembungan, Banyudono, Suratno (62), Minggu (22/5).

Dia mengaku sudah puluhan tahun bertahan menanam padi yang beroma wangi ini. Meski demikian, pemeliharaan padi Rojolele ini lebih sulit dibandingkan jenis lain. Selain masa panen lebih lama dibanding jenis lain, yaitu 4 bulan. Namun, keuntungan yang didapat lebih menjanjikan. Dari lahan seluas 3.000 meter persegi dan 2.500 meter persegi, keuntungan yang didapat bisa mencapai Rp 10 juta untuk beras giling pecah.

“Kalau varietas lain paling maksimal hanya bisa mendapatkan Rp 6 – Rp 7 juta,” jelasnya.

Meski begitu, selain rentan serangan hama, kendala yang dihadapi saat ini adalah kesulitan mencari bibit padi jenis Rojolele. Pasalnya, toko pertanian sudah jarang menjual bibit Rojolele, karena sebagian besar petani memilih menanam jenis lain.

“Terpaksa tiap kali panen, saya sisakan untuk bibit,” imbuhnya.

Di wilayah Banyudono, padi Rojolele dulu banyak ditanam petani di Desa Jembungan, Jipangan, Sambon dan Kuwiran.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge