0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Waspadai Kebangkitan Komunis, PKS Bentengi Kader Muda

timlo.net/achmad khalik
Kajian Purnama (Kapur) yang mengusung tema Kebangkitan Nasional, bangkitnya komunisme atau mitos (timlo.net/achmad khalik)

Solo – Paham komunisme sangat diwaspadai tumbuh kembali di negeri pertiwi. Selain masih jelas terngiang peristiwa ’65, paham yang diciptakan oleh Karl Marx itu juga bertentangan dengan ideologi Bangsa Indonesia.

Berawal dari itu, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Solo menggelar Kajian Purnama (Kapur) yang mengusung tema “Kebangkitan Nasional, bangkitnya komunisme atau mitos?” di Guwosari, Jebres, Solo, Jumat (20/5) malam.

Dalam kegiatan yang diikuti ratusan peserta tersebut, mengahadirkan pemateri diantaranya, Ketua FPKS DPRD Kota Surakarta, Sugeng Riyanto ; Aktivis “98, Muhammad Nurul Khawari dan Kasi Intel Kodim 0375/Solo, Kapten Inf Subardi.

“Komunisme dalam sejarahnya juga pernah ingin menguasai negara. Segala paham yang bertentangan dengan aturan negara wajib kita waspadai, termasuk komunisme yang sudah menunjukan kekejamannya di masa lalu,” terang Sugeng.

Sementara itu, Nurul Khawari menyoroti terkait sejarah partai berlambang “palu arit” tersebut. Dahulu, komunisme lahir di Indonesia sebagai salah satu bentuk perlawanan terhadap imperialisme. Namun, seiring perkembangannya komunisme tergilas jaman dan mengalami kehancuran. Namun, nampaknya saat ini ada upaya untuk menyatukan puing-puing kejayaan Paham Komunis dimasa lampau untuk diangkat dijaman ini.

“Komunisme lahir, lantaran adanya kemiskinan, penganguran, kekurangan pangan yang mendera negara lemah. Ini dapat menjadi celah kebangkitan paham tersebut. Maka dari itu, pemerintah harus lebih berupaya keras dalam meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat,” terangnya.

Sedangkan, Kapten Inf Subardi mengingatkan komunisme saat ini masih belum mati, karena pada dasarnya sebuah paham tidak pernah bisa mati meski telah berlangsung puluhan bahkan ratusan tahun.

“Komunis masuk ke berbagai kalangan masyarakat. Era reformasi dimanfaatkan pengikut komunis untuk menghidupkan kembali ajaran marxis, mereka menggunakan berbagai cara untuk membentuk opini masyarakat. Ini dikarenakan dalam era keterbukaan ini pengawasan terhadap sisa pengikut PKI makin mengendur,” jelas Subardi.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge