0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Underwater Festival, Manjakan Penyelam Bawah Laut

jagalaut.org
ilustrasi (jagalaut.org)

Timlo.net – Banyuwangi menggelar Underwater Festival selama dua hari, mulai Sabtu-Minggu (21-22/5). Even ini digelar di Pantai Bangsring, Kecamatan Wongsorejo. Di tengah even ini, dilakukan pula pemecahan rekor MURI dengan menyelam selama 28 jam.

“Even ini adalah edukasi bagi publik. Akan kami tunjukkan bagaimana masyarakat di Pantai Bangsring melakukan konservasi, berinisiatif menanam dan melestarikan terumbu karang di sana, hingga bagaimana ide cemerlang mereka kini bisa menjadi sebuah destinasi wisata baru,” terang Bupati Banyuwangi, Azwar Anas.

Dia sangat mengapresiasi dukungan nelayan Banyuwangi untuk menyukseskan even ini. Maklum, di Banyuwangi Underwater Festival 2016, sebanyak 56 nelayan Desa Bangsring sudah berkomitmen untuk memecahkan rekor MURI Ekspedisi Bawah Laut dengan menyelam selama 28 jam.

Humas Bangsring Underwater, Shandi Sumarsono mengungkapkan, penyelaman dilakukan di wilayah perairan Bangsring sejak 21 Mei dan akan berakhir pada 22 Mei.

“Para nelayan sudah melakukan latihan selama satu bulan agar bisa beradaptasi dengan alat selam profesional,” jelas Shandi.

Masyarakat umum pun bisa ikut terlibat di dalamnya. Syaratnya, harus memiliki sertifikat menyelam.

“Jadi saat para nelayan menyelam, mereka akan melakukan monitoring pergerakan di bawah laut seperti jenis ikan yang ada, arus serta terumbu karang yang ditemukan dan nantinya akan dilaporkan ke darat. Laporan ini akan dijadikan data bagaimana kondisi underwater di perairan Bangsring yang menjadi tempat konservasi,” tambahnya.

Dan untuk lebih memberikan warna, di festival ini juga akan diadakan upacara pengibaran bendera bawah laut.

“Akan ada juga penanaman 1.000 terumbu karang yang melibatkan ratusan siswa untuk mengikuti Marine Education dan gerakan makan ikan,” urai Shandi.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge